adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ancaman Cuaca Ekstrem, DPRD Jatim Minta Pemprov Perkuat Antisipasi Gagal Panen Padi

RedaksibyRedaksi
15 Januari 2026
Ancaman Cuaca Ekstrem, DPRD Jatim Minta Pemprov Perkuat Antisipasi Gagal Panen Padi

M Hadi Setiawan, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.(foto: Kurniawan)

Baca Juga

Pemicu Siklon Tropis Filipina, BMKG Imbau Pesisir Selatan Blitar Waspada Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Atasi Kekeringan, DPD Golkar Kabupaten Kediri Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih di Kepung

129 Warga Kota Kediri Terima Bantuan BSPS untuk Perbaikan Rumah

ADAKITANEWS, Surabaya – Ancaman cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur menjadi sorotan serius kalangan legislatif.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memberi perhatian khusus terhadap potensi gangguan panen padi akibat cuaca yang semakin tidak menentu.

Hal ini dinilai krusial, mengingat Jawa Timur merupakan salah satu lumbung padi utama nasional dengan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Menurut Cak Hadi, sapaan akrab Hadi Setiawan, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan berpotensi besar mengancam tanaman padi yang saat ini memasuki fase siap panen. Karena itu, ia menilai pemerintah daerah harus memiliki strategi tanam yang lebih adaptif, sekaligus memperkuat sarana dan prasarana pendukung sektor pertanian.

“Jawa Timur ini lumbung padi paling dasar bagi pangan nasional. Dengan produksi yang sangat tinggi, maka cuaca ekstrem yang terjadi sekarang tentu bisa mengancam padi-padi yang siap panen. Ini harus menjadi perhatian serius Pemprov Jatim,” ujar Cak Hadi seperti dikutip dari harianbhirawa, Kamis (15/1/2026).

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, pola musim dan potensi cuaca ekstrem sejatinya bisa diprediksi sejak dini. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun langkah-langkah antisipatif agar risiko gagal panen dapat ditekan seminimal mungkin.

Sebelumnya, cuaca ekstrem di Jawa Timur sempat berdampak pada gagal panen atau puso lahan pertanian di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Pasuruan dan Bojonegoro.

Berdasarkan data pada Oktober 2025, total lahan yang mengalami puso tercatat mencapai sekitar 3.000 hektare.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, mengklaim bahwa puso tidak berdampak signifikan terhadap total produksi padi Jawa Timur sepanjang 2025.

Ia menjelaskan, puso terjadi ketika sebagian tanaman padi telah melewati masa panen, sehingga tidak memengaruhi capaian produksi secara keseluruhan.

“Puso kemarin itu sekitar 3.000 hektare, tapi tersebar di Jawa Timur. Dan itu sudah dipenuhi dengan bantuan,” ujar Heru.

Heru juga menyebut, banjir yang terjadi belakangan tidak sepenuhnya berdampak pada lahan persawahan. Sebagian besar genangan air dilaporkan cepat surut sehingga tidak menimbulkan kerusakan signifikan pada tanaman padi.

“Kalau banjir, tidak semuanya melanda sawah. Ada hujan deras, tapi besoknya sudah surut, sehingga tidak banyak mengganggu tanaman,” tuturnya.

Meski demikian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur tetap menaruh perhatian serius terhadap prakiraan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diprediksi berlangsung hingga awal Februari 2026. Hal ini dinilai krusial karena waktunya berdekatan dengan masa panen padi yang diperkirakan jatuh pada Maret 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Heru memastikan pihaknya terus melakukan pendataan di lapangan. Jika ditemukan puso baru akibat cuaca ekstrem, pemerintah akan memberikan bantuan berupa penggantian benih serta fasilitasi tanam ulang dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian.
“Kalau ada puso, pasti ada penggantian benih. Kami komunikasi dengan Kementerian Pertanian. Petani jangan khawatir, bisa tanam kembali,” tegasnya.

Lebih optimistis, Heru memprediksi produksi padi Jawa Timur pada 2026 justru berpotensi meningkat. Prediksi itu didasarkan pada luas tanam selama Oktober hingga Desember 2025 yang tercatat lebih besar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Kalau kita melihat luas tanam Oktober, November, dan Desember 2025, itu lebih besar dibanding tahun 2024. Maka tahun 2026 nanti produksinya kira-kira akan meningkat,” pungkasnya.(*)

Tags: berita pertanianbmkgCak Hadicuaca ekstremdprd jatimgagal panenheru susenoketahanan panganlumbung padi nasionalm hadi setiawanpadi jawa timurpanen padipemprov jawa timurpertanian jawa timurproduksi padipuso lahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

28 Oktober 2026
Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

25 Oktober 2026
Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

29 Oktober 2026
Atasi Kekeringan, DPD Golkar Kabupaten Kediri Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih di Kepung

Atasi Kekeringan, DPD Golkar Kabupaten Kediri Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih di Kepung

25 Oktober 2026

Untuk Anda

Pembunuhan Keji Ibu dan Anak Balita di Madiun, Pelaku Sembunyikan Jasad karena Panik
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Keji Ibu dan Anak Balita di Madiun, Pelaku Sembunyikan Jasad karena Panik

28 Oktober 2026
Pemkot Kediri Susun Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Cegah Kekerasan
Pendidikan

Pemkot Kediri Susun Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Cegah Kekerasan

22 September 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026