ADAKITANEWS, Kediri – Pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Senopati di kawasan situs bersejarah Sendang Tirto Kamandanu, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Sabtu (7/11/2026) malam, tidak sekadar menyuguhkan tontonan seni tradisi. Pertunjukan yang dibawakan oleh dalang Eko Kondho Prisidianto ini sarat akan refleksi dan pesan moral mengenai amanah serta tanggung jawab seorang pemimpin.
Hadir membuka acara tersebut, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan atau yang akrab disapa Cak Hadi, mengajak para pemangku kebijakan dan aparatur pemerintahan di berbagai tingkatan untuk meresapi nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam lakon pewayangan tersebut.
“Mumpung belum diperintah bertanggung jawabnya, mari kita teladani Wahyu Senopati ini sebagai bentuk memang itu yang harus kita jalankan,” ungkap Cak Hadi di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi acara, Sabtu (7/11/2026).
Politisi yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri ini menekankan bahwa jabatan bukanlah sekadar posisi kekuasaan, melainkan amanah besar yang kelak harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya kepekaan pemimpin dalam menyerap aspirasi warga, termasuk menanggapi berbagai usulan infrastruktur dasar yang disampaikan oleh Kepala Desa Menang, Linda Indrawati, seperti perbaikan fasilitas sanitasi, musala, dan penerangan lingkungan.
Menanggapi tantangan fiskal daerah dan desa yang dinamis, Cak Hadi mendorong para pemimpin lokal untuk tetap teguh dan mengoptimalkan program kerakyatan secara bijak.
Sementara itu, Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Rica Puspita, yang hadir mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, mengapresiasi pelestarian seni tradisi tersebut. Ia mengingatkan bahwa wayang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda yang kaya akan filosofi dan pendidikan karakter.
Melalui pementasan budaya ini, masyarakat dan para pemimpin diajak untuk merawat kearifan lokal sekaligus menterjemahkan nilai-nilai luhur kepemimpinan dalam kerja nyata sehari-hari.











