ADAKITANEWS, Tulungagung – Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus pusaran di Sungai Dam Tanen, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Kecelakaan ini dipicu air sungai yang mendadak meluap, Minggu (1/11/2026)
Ka SPK bersama anggota jaga dan piket Reskrim Polsek Rejotangan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas Rejotangan dan Tim Inafis Polres Tulungagung.
Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, mengonfirmasi bahwa korban bersama lima temannya semula bersepeda sejauh empat kilometer dari rumah untuk bermain di area sungai sekitar pukul 09.30 WIB.
“Sekitar pukul 12.00 WIB, salah satu teman korban melihat korban meminta pertolongan karena terseret pusaran air. Teman-temannya sempat berusaha menolong, namun gagal karena arus sangat deras dan air cukup dalam,” ujar AKP Kasianto, Senin (2/11/2026).
Teriakan minta tolong dari rekan korban akhirnya didengar oleh ketua RT setempat yang langsung bergerak bersama warga sekitar untuk melakukan pencarian darurat dengan menyelam ke dasar sungai.
Korban akhirnya berhasil ditemukan di bagian aliran berkedalaman 1,8 meter dan lebar 15 meter tersebut, namun nyawanya sudah tidak tertolong.
Hasil pemeriksaan medis oleh pihak Puskesmas Rejotangan dan Tim Inafis Polres Tulungagung memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga disimpulkan murni akibat tenggelam lantaran debit air meningkat drastis pascahujan deras sehari sebelumnya.
Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak tindakan autopsi lanjutan.
Mengingat lokasi Sungai Dam Tanen memiliki titik-titik pusaran air berbahaya dan pernah menelan korban jiwa sebelumnya, AKP Kasianto mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap aktivitas anak-anak.
Ia mengingatkan para orang tua agar melarang anak-anak berenang atau bermain di area perairan liar, terutama di saat musim hujan ketika debit dan arus sungai dapat berubah secara mendadak.
Polres Tulungagung turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berharap tragedi serupa tidak kembali terulang di wilayah hukum Tulungagung.











