ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperolek wajah ruang terbuka publik di wilayahnya. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Kediri menerjunkan proyek rehabilitasi untuk dua ikon kawasan publik sekaligus, yakni Taman Kilisuci di Kecamatan Pare dan Taman Hijau.
Langkah pembenahan sarana dan prasarana ini diambil untuk menjamin aspek kenyamanan, keamanan, serta keterjangkauan (aksesibilitas) bagi seluruh lapisan masyarakat yang berkunjung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari perhatian besar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), terhadap ketersediaan fasilitas publik yang representatif.
“Pekerjaan rehabilitasi ini fokus kita lebih kepada peningkatan kenyamanan dan keamanan,” ujar Putut, Rabu (21/10/2026).
Pada revitalisasi Taman Kilisuci Pare yang menjadi pusat aktivitas warga, perubahan mencolok terlihat pada pembenahan jalur pedestrian. Material keramik dan paving lama yang rawan licin kini diganti total menggunakan beton porous (berpori) dan batu andesit.
Inovasi penyerapan air pada material anyar ini dipasang untuk meminimalisasi risiko bahaya pengunjung terpeleset saat musim hujan sekaligus mencegah timbulnya genangan air.
Selain peremajaan jalur pejalan kaki, paket pengerjaan di Taman Kilisuci meliputi, Perapian dan penataan pohon perindang, pembenahan dan perbaikan fasilitas kursi taman, serta penyediaan fasilitas akses Wi-Fi gratis untuk pengunjung.
Tak berhenti di Pare, DLH Kabupaten Kediri secara sejajar merehabilitasi kawasan Taman Hijau. Di lokasi ini, pembenahan difokuskan pada perbaikan pengaman gardu pandang, peremajaan wahana bermain anak, serta penataan ulang akses khusus bagi penyandang disabilitas.
Putut menerangkan, aksesibilitas bagi warga berkebutuhan khusus yang sebelumnya tergolong curam kini telah dirombak menjadi jauh lebih landai.
“Akses jalan untuk disabilitas dulu agak curam, kita buat supaya lebih landai agar ramah dan memudahkan penggunanya,” terang Putut.
Melalui polesan infrastruktur di kedua taman publik tersebut, Pemkab Kediri berharap ruang terbuka hijau daerah dapat berfungsi optimal sebagai sarana rekreasi yang aman, nyaman, inklusif, dan mengedukasi bagi masyarakat luas.











