ADAKITANEWS, Kediri – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar inspeksi malam di sejumlah perlintasan sebidang guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Pemeriksaan tersebut berfokus pada kesiapan sarana, prasarana, serta kedisiplinan petugas penjaga perlintasan di wilayah operasional Daop 7 Madiun.
Pada Sabtu (10/10/2026) dini hari, Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, memimpin langsung inspeksi perlintasan di jalur Tulungagung–Kediri. Ia didampingi jajaran manajemen, antara lain Manajer Pengamanan, Manajer Operasi, Manajer Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik (Sintel), Manajer Sarana, Manajer Humas, serta Manajer SDM dan Umum (SDMU).
Pemeriksaan dipusatkan pada tiga lokasi, yakni JPL 254, JPL 255, dan JPL 256. Fokus peninjauan meliputi kelayakan sarana prasarana perlintasan, penerapan standar keselamatan kerja, serta kesiapsiagaan petugas penjaga perlintasan kereta api (PJL) yang berdinas pada shift malam.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Afandi turut memberikan pengarahan serta motivasi kepada para petugas agar senantiasa menjaga kewaspadaan dan kedisiplinan selama menjalankan tugas di lapangan.
Pada saat bersamaan, peninjauan juga berlangsung di jalur Kertosono–Kediri yang diwakili oleh Manajer Angkutan Penumpang, Manajer Teknologi Informasi (IT), dan Manajer Unit Kesehatan. Inspeksi di jalur ini menyasar beberapa titik, meliputi JPL 297 di Papar, JPL 291 di Baye yang dikelola Dinas Perhubungan, serta JPL 272 di Rembang, Ngadiluwih.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama perusahaan yang harus dijaga secara konsisten.
“Kegiatan tilik perlintasan pada malam hari ini merupakan bentuk komitmen proaktif manajemen Daop 7 Madiun dalam mengawal keselamatan perjalanan KA secara menyeluruh dan berkesinambungan. Kami ingin memastikan seluruh sarana keselamatan berfungsi optimal dan petugas di lapangan, khususnya para PJL, selalu dalam kondisi siap siaga serta menjalankan prosedur operasional secara disiplin,” ujar Tohari.
Ia menambahkan, langkah pengawasan langsung ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan guna meminimalisasi potensi bahaya dan memperkuat kewaspadaan operasional.
“Dengan pengawasan yang intensif dan peninjauan langsung di lapangan, kami berupaya meminimalisasi sekecil apa pun potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan operasional. Keselamatan para penumpang dan kelancaran perjalanan kereta api adalah prioritas utama yang terus kami jaga setiap saat,” pungkasnya.
Melalui agenda pemeriksaan rutin dan berkelanjutan ini, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional untuk menjamin perjalanan kereta api yang aman dan lancar.(*)











