adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Fenomena “Makan Tabungan” Kian Nyata, Simpanan Kelas Menengah Tergerus Kebutuhan Sehari-Hari

Muchamad YachyabyMuchamad Yachya
8 Oktober 2026
Fenomena “Makan Tabungan” Kian Nyata, Simpanan Kelas Menengah Tergerus Kebutuhan Sehari-Hari

Baca Juga

Sinergi Lintas Sektor, Bank Indonesia Kembali Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026 untuk Dorong Daya Saing UMKM

Sinergi Bank Indonesia dan ASPI Meluncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluasan MDR QRIS 0 Persen

Bank Indonesia Gelar SERAMBI 2026: Layanan Penukaran Uang Rupiah Lebaran Dibuka hingga 15 Maret

ADAKITANEWS, Jakarta – Fenomena makan tabungan atau “mantab” semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah ke bawah atau pemilik simpanan dengan nominal relatif kecil, seiring meningkatnya pengeluaran belanja sehari-hari.

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Agustus 2026 menunjukkan peningkatan porsi pendapatan masyarakat untuk konsumsi dari 72,7 persen menjadi 74,2 persen dalam kurun waktu satu bulan. Sebaliknya, alokasi pendapatan yang disisihkan untuk tabungan mengalami penurunan dari 16,8 persen menjadi 15,8 persen.

Sementara itu, porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan atau utang tercatat sedikit menyusut dari 10,5 persen menjadi 10,0 persen. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa dari setiap pendapatan Rp1 juta, rata-rata dialokasikan sekitar Rp742 ribu untuk konsumsi, Rp100 ribu untuk cicilan, serta Rp158 ribu untuk tabungan.

Tekanan terhadap simpanan masyarakat juga terekam dalam data Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas). Kendati total simpanan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta masih menunjukkan pertumbuhan, rata-rata saldo per rekening pada kelompok tersebut terus mengalami penyusutan.

Rata-rata saldo rekening kelompok tersebut merosot tajam dari Rp3,1 juta pada 2018 menjadi Rp1,7 juta pada Mei 2026, yang berarti terjadi pengurangan sekitar 45 persen dalam kurun waktu kurang lebih delapan tahun.

“Saldo yang terus berkurang bukan selalu karena terlalu banyak membeli kopi atau hiburan. Masalahnya sering kali muncul karena uang untuk kebutuhan hari ini, kebutuhan darurat, dan tujuan masa depan bercampur dalam satu tempat. Ketika semuanya terlihat bisa dibelanjakan, tabungan akan selalu menjadi pos pertama yang dikorbankan,” ujar Head of Investment & Insurance DANA Group Ivan Kusuma.

Menurut Ivan, solusi mengatasi kondisi ini bukan sekadar memangkas seluruh pengeluaran secara ekstrem, melainkan menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang realistis melalui pendekatan *conscious spending*. Konsep ini menitikberatkan pada pemberian tujuan yang jelas terhadap uang sebelum dibelanjakan.

Ia menyarankan agar masyarakat mengenali pola pengeluaran harian yang sering kali terabaikan, seperti biaya jajan, parkir, atau langganan aplikasi, dengan memanfaatkan riwayat transaksi. Selain itu, penerapan prinsip jeda atau “pause, bukan pantang” selama 24 jam sebelum membeli barang non-esensial dinilai efektif untuk meredam pengeluaran impulsif.

Di samping itu, pengelolaan keuangan yang sehat tetap perlu menyediakan ruang seimbang untuk menikmati hasil kerja melalui hiburan atau liburan secara terukur, sehingga keamanan finansial masa depan tetap terjaga di tengah tekanan biaya hidup.(*)

Tags: Bank IndonesiaDANA GroupIvan Kusumamakan tabunganPerbanas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

“Lanjutkan Jualan Telur” dan Minta Didoakan, Pesan Menteri Sarmuji ke Keluarga Setelah Dilantik

“Lanjutkan Jualan Telur” dan Minta Didoakan, Pesan Menteri Sarmuji ke Keluarga Setelah Dilantik

2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Lantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian Baru

Presiden Prabowo Lantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian Baru

1 Oktober 2026
Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Doa Bersama untuk Sang Kakak, Cak Hadi: Semoga Amanah untuk Masyarakat Indonesia

Doa Bersama untuk Sang Kakak, Cak Hadi: Semoga Amanah untuk Masyarakat Indonesia

1 Oktober 2026
KAI Daop 7 Madiun Perkuat Komitmen Pelayanan dan Keselamatan di HUT ke-81

KAI Daop 7 Madiun Perkuat Komitmen Pelayanan dan Keselamatan di HUT ke-81

28 September 2026

Untuk Anda

Bupati Jombang Tekankan Integrasi HAM dalam RPJMD 2025–2029
Nasional

Bupati Jombang Tekankan Integrasi HAM dalam RPJMD 2025–2029

11 Desember 2025
Perkuat Empati di Bulan Ramadan, PWI Pusat Gelar Buka Bersama dan Santunan Yatim Piatu
Nasional

Perkuat Empati di Bulan Ramadan, PWI Pusat Gelar Buka Bersama dan Santunan Yatim Piatu

24 Februari 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026