ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan pentingnya penguatan peran kelurahan sebagai garda terdepan dalam pembangunan dan pelayanan publik. Penegasan tersebut disampaikan saat ia memimpin apel di Kelurahan Kaliombo, Senin (21/9/2026).
Vinanda menyampaikan bahwa kelurahan merupakan struktur pemerintahan yang berada pada posisi paling dekat dengan keseharian masyarakat. Oleh karena itu, jajaran kelurahan dituntut untuk memiliki kepekaan tinggi dalam merespons berbagai kebutuhan maupun persoalan yang timbul di lingkungan warga.
“Kalau ada warga yang kesulitan atau ada permasalahan, yang didatangi pertama adalah kelurahan. Sehingga, kelurahan sebagai ujung tombak harus peka terhadap kebutuhan maupun permasalahan yang ada di lingkungannya,” ujarnya.
Menurut Vinanda, pemetaan persoalan, kebutuhan, serta potensi wilayah dapat teridentifikasi secara optimal melalui tingkat kelurahan karena bersentuhan langsung dengan publik. Guna memaksimalkan hal tersebut, ia meminta agar komunikasi serta koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan.
“Kita ini bukan Superman, tapi kita ini supertim. Jadi, koordinasi dengan berbagai pihak ini harus berjalan baik. Masyarakat ke kelurahan ini tidak hanya butuh administrasi saja, tetapi mereka juga butuh pelayanan yang cepat dan tepat,” ingatnya.
Di samping itu, Vinanda menginstruksikan kepada seluruh jajaran aparatur kelurahan agar senantiasa mengedepankan keramahan dalam melayani masyarakat. ASN dinilai memegang tanggung jawab besar untuk menjawab ekspektasi publik terhadap kinerja birokrasi pemerintahan.
Para pegawai kelurahan juga diminta untuk menguasai berbagai program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Pemahaman yang komprehensif ini krusial agar aparatur mampu memberikan penjelasan yang tepat kepada warga serta mengetahui langkah koordinasi yang harus ditempuh.
“Jadi, nanti ketika ada kebutuhan atau permasalahan yang terjadi, Bapak Ibu lurah dan jajaran bisa menjelaskan kepada masyarakat. Lalu, Bapak Ibu juga paham harus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan siapa,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Vinanda turut mengarahkan agar kantor kelurahan, kantor kecamatan, serta perangkat daerah aktif mengembangkan program *urban farming* sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan. Hasil dari kegiatan pertanian perkotaan tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus bernilai ekonomis.
“Masyarakat yang desil 1 atau 2 bisa kita support sayurnya dari situ. Nanti nasinya dari program ATM Beras. Sehingga, ketahanan pangan bisa kita penuhi,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan apel tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan Tabungan Hari Tua (THT) serta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari TASPEN kepada ahli waris almarhum Imanullah Fibrianto. Penyerahan hak kepegawaian ini merupakan wujud empati pemerintah terhadap ASN yang gugur dalam tugas atau mengalami kecelakaan kerja, yang turut disertai fasilitas beasiswa pendidikan bagi anak almarhum.
“Harapannya, ini bisa digunakan pihak keluarga untuk meringankan beban. Serta, tadi ada beasiswa juga untuk anaknya karena masih ada yang sekolah. Sehingga, nanti anaknya bisa meraih pendidikan setinggi mungkin,” pungkasnya.(*)











