ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperkuat komitmen keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui percepatan penanganan perlintasan sebidang. Langkah konkret ini mencakup pembenahan infrastruktur fisik hingga peningkatan kompetensi para petugas di lapangan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari menjelaskan bahwa faktor keselamatan senantiasa menjadi prioritas utama operasional perkeretaapian, di mana penanganan lokasi perlintasan dipetakan berdasarkan tingkat kerawanan wilayah.
Pada program keselamatan nasional KAI tahun 2026 yang menyasar 190 titik prioritas, Daop 7 Madiun mendapatkan alokasi pembangunan fasilitas keselamatan di 13 lokasi strategis.
Salah satu fokus pembangunan fisik tersebut mencakup pendirian pos jaga perlintasan sebidang baru guna mengoptimalkan fungsi pengawasan dan pengamanan arus lalu lintas.
Guna menunjang operasional pos baru tersebut, KAI Daop 7 Madiun menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) khusus Petugas Jaga Lintasan (PJL) selama tujuh hari. Pelatihan intensif ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni Rabu-Jumat (26-28/8/2026) serta dilanjutkan Senin-Kamis (31/8/2026-3/9/2026).
Sebanyak 52 calon petugas penjaga pintu perlintasan dibekali wawasan komprehensif, mulai dari regulasi keselamatan, prosedur operasional standar, hingga aspek teknis lapangan.
Porsi materi teori mencakup pembekalan Safety Intermediate dari tim Safety Inspector, peraturan perundang-undangan perkeretaapian, serta tata cara penanganan kondisi darurat atau tidak normal.
Sementara pada sesi praktik lapangan, seluruh peserta digembleng mengenai penerapan semboyan kereta api, penggunaan perangkat keselamatan, pemeliharaan peralatan pos, hingga teknis pengoperasian palang pintu secara akurat.
Tingkat penyerapan materi peserta turut diuji secara ketat melalui mekanisme pre-test dan post-test untuk memastikan para calon petugas benar-benar siap dan sigap menjalankan tugas sesuai regulasi.
Tohari menegaskan bahwa pembenahan fasilitas serta kesiapan petugas jaga harus diimbangi dengan kesadaran dan kepatuhan dari para pengguna jalan raya.
“Kami juga mengajak dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang. Kedisiplinan bersama seperti berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan kondisi aman, serta tidak menerobos palang pintu merupakan kunci utama dalam mencegah risiko kecelakaan,” pungkasnya.(*)











