ADAKITANEWS, Kediri – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, M Hadi Setiawan atau Cak Hadi, menjalin simakrama dengan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Kediri, Juliono, di Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jumat (4/9/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kediri. Cak Hadi berharap hubungan yang selama ini telah berjalan baik dapat terus dijaga sehingga suasana kebersamaan dan kondusivitas di Kabupaten Kediri semakin kuat.
Kunjungan tersebut disambut baik oleh PHDI Kabupaten Kediri. Juliono mengatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk komunikasi dan kerja sama yang bersifat membangun demi kemajuan serta kebersamaan masyarakat Kabupaten Kediri.
“Kami menyambut baik kunjungan ini. Kami terbuka untuk berbagai hal yang sifatnya membangun demi kemajuan dan kebersamaan di Kabupaten Kediri,” ujar Juliono.
Dalam simakrama tersebut, salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan tempat ibadah umat Hindu. Saat ini, terdapat 52 pura yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kediri.
Juliono menilai pemeliharaan pura menjadi hal penting karena tempat ibadah tersebut tidak hanya menjadi sarana umat Hindu untuk menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Pemeliharaan pura sangat penting karena pura merupakan sarana bagi umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami berharap perhatian terhadap hal tersebut dapat terus diberikan,” katanya.
Selain itu, PHDI Kabupaten Kediri juga menyampaikan gagasan mengenai pelaksanaan festival ogoh-ogoh yang dapat dikolaborasikan dengan budaya lokal. Kegiatan tersebut diharapkan dapat diagendakan secara rutin setiap tahun.
“Festival ogoh-ogoh dapat diimplementasikan dengan budaya lokal yang ada di Kabupaten Kediri. Harapannya, kegiatan ini bisa diagendakan rutin setiap tahun sehingga Kediri semakin dikenal masyarakat luas, bahkan di seluruh Indonesia,” ujar Juliono.
Sementara itu, Cak Hadi menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan dan budaya memiliki peluang untuk dikolaborasikan dengan potensi lokal yang ada di Kabupaten Kediri.
“Kegiatan seperti ini bisa kita kolaborasikan dengan budaya lokal yang ada di Kabupaten Kediri. Dengan begitu, selain menjadi ruang kebersamaan, juga dapat mendukung pelestarian budaya daerah,” kata Cak Hadi.
Ia berharap komunikasi dan hubungan baik antara lembaga keagamaan, pemerintah, serta masyarakat dapat terus dipelihara. Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk menjaga suasana Kabupaten Kediri yang kondusif sekaligus mendorong berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.(*)











