ADAKITANEWS, Jombang – Bupati Jombang, Warsubi, meresmikan secara langsung Posko Ramah Muktamirin yang berlokasi di Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Senin (24/8/2026). Pendirian posko tersebut menjadi salah satu titik pelayanan strategis bagi para muktamirin yang hendak menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Achmad Hasan, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik, serta deretan tokoh lintas agama dan pejabat daerah.
Tampak hadir pula Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Anjik Eko Saputro, Ketua PDM Jombang Prof. Dr. Ir. Abdul Malik, Ketua BAMAG Jombang Pendeta Hosea Hendrik Agustiono, Pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang Hanif Julhamsyah, jajaran Forkopimcam Tembelang, hingga perwakilan badan otonom NU.
Warsubi memberikan apresiasi tinggi atas pendirian lima titik Posko Ramah Muktamirin di wilayah Kecamatan Tembelang. Keberadaan posko ini dinilai mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan warga dalam menyambut perhelatan akbar tersebut.
“Kami menyambut baik berdirinya Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang. Warga Jombang sangat bergembira menyambut Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” kata Warsubi, Senin (24/8/2026).
Ia menerangkan bahwa selama kurun 50 hari masa persiapan, Pemerintah Kabupaten Jombang terus menjalin koordinasi intensif bersama Panitia Lokal. Upaya ini dilakukan demi memastikan kesiapan sarana jalan, penerangan, publikasi, fasilitas toilet, kebersihan lingkungan, pengamanan, hingga proteksi kesehatan.
Terkait jaminan kesehatan, Pemkab Jombang mengambil kebijakan khusus dengan memberlakukan Jamkesmaskin bagi seluruh pendatang dari mana pun yang berada di Jombang selama ajang muktamar berlangsung.
“Kami mengubah Perbup. Biasanya Jamkesmaskin hanya diperuntukkan bagi warga Jombang. Dengan adanya event nasional ini, seluruh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang berada di Jombang dapat berobat secara gratis di Kabupaten Jombang dan ter-cover Jamkesmaskin,” ujar Warsubi.
Warsubi menambahkan bahwa posko ini menjadi bukti nyata hadirnya toleransi dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. Salah satu dukungan konkret datang dari persyarikatan Muhammadiyah yang menyediakan 10.000 porsi bakso, 7.000 cup mi, serta menyiagakan unit ambulans.
Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan instruksi langsung dari kepemimpinan tingkat pusat hingga daerah demi mendukung kelancaran Muktamar ke-35 NU.
“Sesuai instruksi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, PWM Muhammadiyah, dan PD Muhammadiyah se-Jawa Timur, kami menugaskan 10 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk membantu para muktamirin agar kesehatannya terjaga. Di Jombang ada tiga rumah sakit Muhammadiyah. Kami juga mendukung dengan 10 ribu porsi bakso dan telur gratis untuk para muktamirin,” kata Sukadiono.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif posko mandiri dari masyarakat tersebut.
“Adanya posko ini meringankan beban Panlok Muktamar ke-35 NU. Saya yakin, dengan adanya posko ini Muktamar ke-35 NU akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” kata sosok yang akrab disapa Gus Rozaq ini.
Ia turut mengutarakan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran Pemkab Jombang yang dinilai telah memberikan dukungan total sejak awal.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Abah Bupati Jombang yang sejak awal telah all out membantu dan membackup semua tugas Panitia Muktamar ke-35 NU,” kata Gus Rozaq.
Adapun lima titik Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang tersebar di Ngledok, Masjid Ar-Rahmat, Pasar Ngrawan, MWCNU Tembelang, serta Masjid Nurul Iman Bedahlawak.
Dukungan skala nasional juga mengalir dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menyalurkan 200 unit becak listrik melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional pada hari yang sama di Pendopo Kabupaten Jombang. Armada ini disiapkan untuk membantu ekonomi warga sekaligus menunjang mobilitas peserta Muktamar NU pada 27–31 Agustus 2026.(*)











