ADAKITANEWS, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jombang meresmikan program 99 Masjid Ramah Muktamirin dalam rangka menyambut gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Peluncuran program ini dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi di Masjid Agung Baitul Mukminin, Minggu (23/8/2026), bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Perhelatan Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 dengan pusat kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Prosesi peluncuran dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU Jombang Drs. KH. Achmad Hasan, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadziq, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, jajaran Forkopimda Jombang, jajaran pengurus PCNU, hingga pengurus MWCNU se-Kabupaten Jombang.
Hadir pula Ketua Dewan Masjid Indonesia, Ketua BAZNAS, serta jajaran pengurus takmir masjid dan musala yang terdaftar dalam jaringan Masjid Ramah Muktamirin.
Aksi penabuhan rebana secara serentak menjadi simbol dimulainya kesiapan wilayah Kabupaten Jombang untuk menyambut kehadiran puluhan ribu peserta maupun penggembira dari berbagai pelosok Nusantara.
Inisiatif ini mengonsolidasikan 99 masjid yang tersebar di 21 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Jombang. Seluruh rumah ibadah tersebut difungsikan tidak hanya untuk sarana salat, tetapi juga sebagai tempat persinggahan, area beristirahat, serta pusat distribusi logistik ringan bagi para tamu.
Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi kesiapan segenap komponen warga dalam menyukseskan agenda akbar nasional ini. Ia menekankan bahwa kepercayaan menjadikan Jombang sebagai tuan rumah merupakan kehormatan besar yang harus dijaga bersama.
“Terpilihnya Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU adalah kehormatan luar biasa sekaligus tanggung jawab bersama. Jombang siap sambut ribuan tamu! Masjid dan musala pasti menjadi tempat utama yang paling banyak didatangi. Kebersihan, kenyamanan, dan ketersediaan fasilitas harus kita jaga sepenuh hati demi kemuliaan para tamu Allah,” kata Warsubi, Minggu (23/8/2026).
Pengoperasian 99 Masjid Ramah Muktamirin ini diproyeksikan dapat memecah kepadatan massa di area utama arena muktamar. Fasilitas penunjang seperti pasokan air bersih, sarana sanitasi, serta tempat istirahat yang representatif telah disiagakan dengan optimal.
Warsubi menambahkan bahwa perhelatan Muktamar ke-35 NU juga akan menggerakkan roda perekonomian warga lokal. Gelombang kedatangan para tamu diyakini memberi dampak positif bagi sektor usaha mikro kecil dan menengah, pedagang kaki lima, penyedia jasa transportasi daerah, hingga usaha penginapan warga.
Momen peluncuran yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini sekaligus dijadikan ajang mempraktikkan teladan Rasulullah SAW, khususnya dalam memuliakan tamu, mempererat tali silaturahmi, serta menebarkan kebaikan.(*)











