adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Isi Materi Intermediate Training HMI, Wawali Kota Kediri Soroti Dampak Konflik Timur Tengah bagi Daerah

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
4 Agustus 2026
Isi Materi Intermediate Training HMI, Wawali Kota Kediri Soroti Dampak Konflik Timur Tengah bagi Daerah

Baca Juga

Pemkot Kediri Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia Lewat Rencana Aksi Daerah 2026–2029

Gus Qowim Hadiri Pelantikan FKUB Pesantren, Tegaskan Pentingnya Merawat Kerukunan

Wali Kota Kediri Tinjau Layanan Uji KIR Dishub, Tekankan Pelayanan Profesional dan Bebas Pungli

ADAKITANEWS, Kediri – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha menjadi pemateri dalam agenda Intermediate Training (LK II) Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kediri Tahun 2026 di Villa Kasih St. Yohannes pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 32 kader HMI dari pelbagai kawasan di Indonesia.

Dalam forum ilmiah tersebut, Qowimuddin memaparkan materi bertajuk “Sejarah dan Implikasi Konflik Timur Tengah terhadap Kondisi Umat Islam Global dan Ketahanan Pangan Nasional”.

Sosok yang akrab disapa Gus Qowim ini mengajak para insan akademis untuk menaruh perhatian terhadap eskalasi di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan bahwa kendati wilayah Indonesia terpisah jarak yang jauh, gejolak geopolitik tersebut tetap memberikan efek domino hingga ke tingkat lokal seperti Kota Kediri.

Ia menerangkan bahwa memanasnya situasi di sana memicu kenaikan harga komoditas vital seperti minyak, pupuk, hingga bahan pangan pokok. Realitas ini menegaskan keterhubungan antarbangsa yang membuat dinamika global berdampak langsung pada kondisi perekonomian masyarakat domestik.

“Kita memang berada ribuan kilometer dari Timur Tengah, tetapi dampaknya bisa kita rasakan sampai di Kota Kediri. Mahasiswa harus memahami bahwa politik, ekonomi, kemanusiaan, dan hubungan antarnegara tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Gus Qowim memaparkan bahwa eskalasi di Timur Tengah kian rumit. Persoalan yang mulanya berfokus pada dinamika Israel dan Palestina kini makin meluas dengan keterlibatan Amerika Serikat beserta kekuatan global lainnya seperti Rusia, China, hingga negara-negara Eropa, sehingga jalan keluar diplomatik makin sulit dicapai.

Ia menilai pemicu pertikaian tidak sekadar perebutan wilayah, melainkan berkelindan dengan faktor historis, sentimen keagamaan, kalkulasi politik, hingga persaingan penguasaan sumber daya energi.

“Kalau semua pihak masih mempertahankan kepentingannya masing-masing dan tidak ada yang benar-benar mau mengalah, konflik ini akan sulit diselesaikan. Persoalannya sudah berlangsung sangat panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Qowim membeberkan konsekuensi luas yang ditanggung masyarakat internasional dan umat Islam global, mulai dari krisis kemanusiaan di Palestina, gelombang pengungsi, meluasnya arena pertempuran ke Lebanon, tekanan ekonomi, polarisasi politik, hingga terhambatnya akses pendidikan.

Di sisi lain, Indonesia turut menanggung konsekuensi ekonomi akibat disrupsi di kawasan produsen energi utama dunia tersebut. Hambatan jalur distribusi energi berisiko melambungkan harga BBM yang berimbas pada lonjakan biaya logistik, ongkos produksi, dan harga barang pokok. Menanggapi ancaman ini, Pemkot Kediri melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau pergerakan pasar demi menjaga kestabilan inflasi daerah.

Dalam membentengi ketahanan pangan nasional, Gus Qowim mendorong akselerasi program diversifikasi pangan, hilirisasi sektor pertanian, serta penguatan urban farming. Masyarakat diimbau tidak bertumpu pada satu jenis bahan pokok dengan memaksimalkan potensi pangan lokal.

“Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu komoditas. Diversifikasi pangan, hilirisasi pertanian, dan urban farming harus terus kita dorong agar masyarakat semakin mandiri memenuhi kebutuhan pangannya,” ucapnya.

Menutup paparannya, Gus Qowim mengingatkan para kader HMI sebagai elemen intelektual untuk terus menempa diri dengan penguasaan ilmu, kepribadian berakhlak mulia, serta nalar kritis dalam merespons tantangan zaman.

Ia berpesan agar kader HMI aktif mengambil peran sebagai agent of change, problem solver, serta social control yang sanggup menawarkan gagasan solutif, merawat persatuan, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Perubahan besar dimulai dari mereka yang mampu membaca zaman, memahami persoalan, lalu bergerak menghadirkan solusi,” pungkasnya.(*)

Tags: Berita KediriGus QowimHMI Cabang KediriIntermediate Training HMIketahanan panganKonflik Timur TengahPemkot KediriQowimuddin Thoha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

28 Oktober 2026
Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

29 Oktober 2026
Sebanyak 78 Gerai KDKMP di Kabupaten Kediri Beroperasi, Siap Salurkan Bansos dan Barang Subsidi

Sebanyak 78 Gerai KDKMP di Kabupaten Kediri Beroperasi, Siap Salurkan Bansos dan Barang Subsidi

16 Oktober 2026
Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

25 Oktober 2026

Untuk Anda

Bupati Warsubi Luncurkan ADD Jombang 2026 Sebesar Rp112 Miliar, Fokus Mandirikan Ekonomi Desa
Nasional

Bupati Warsubi Luncurkan ADD Jombang 2026 Sebesar Rp112 Miliar, Fokus Mandirikan Ekonomi Desa

5 Februari 2026
Jaring Atlet Muda Berbakat, SIWO Kota PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar se-Kota Kediri
Nasional

Jaring Atlet Muda Berbakat, SIWO Kota PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar se-Kota Kediri

24 Mei 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026