• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Nasional

PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo yang Gunakan Istilah Londo Ireng untuk Pers

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
26 Juli 2026
PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo yang Gunakan Istilah Londo Ireng untuk Pers

Baca Juga

Pendampingan Insan Pers, Kantor Hukum Sirait & Co Laporkan Hotman Paris ke DPN Indonesia

Pemerintah Pusat dan Pemkot Kediri Berkolaborasi Revitalisasi TK Dharma Wanita Tempurejo I

PWI Pusat Tuntut Hotman Paris Minta Maaf, Tegaskan Profesi Wartawan Dilindungi Undang-Undang

ADAKITANEWS, Madura – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan istilah kolonial “Londo Ireng” untuk menggambarkan kalangan pers. Sikap tersebut dinyatakan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya menjaga martabat profesi jurnalistik.

Pernyataan bersama itu disampaikan oleh Ketua PWI Sumenep Faisal Warid, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam, Ketua PWI Sampang Hanggara Pratama Syahputra, dan Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail.

Keempat ketua PWI tersebut menilai penggunaan istilah bernuansa kolonial itu merendahkan profesi wartawan dan dinilai mencederai semangat kemerdekaan pers.

“Kami mengecam keras pernyataan yang mengaitkan wartawan, jurnalis, maupun lembaga swadaya masyarakat dengan istilah ‘Londo Ireng’,” tegas Faisal Warid.

Hairul Anam menilai istilah tersebut merendahkan martabat profesi wartawan serta bertentangan dengan semangat kemerdekaan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sementara itu, Hanggara Pratama Syahputra menegaskan pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang kepala negara.
“Pernyataan seperti itu sangat tidak layak diutarakan oleh seorang kepala negara,” ujarnya.

Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail menegaskan bahwa pers bukanlah pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Menurutnya, pers merupakan pilar keempat demokrasi yang memiliki fungsi sebagai pengawas, penyeimbang, sekaligus mitra kritis dalam kehidupan bernegara.

“Keberadaan jurnalis yang independen sangat dibutuhkan untuk memastikan transparansi serta mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power),” kata Mahmud.

Hairul Anam menambahkan, fungsi utama pers adalah menjalankan kontrol sosial dan menjadi penyeimbang kekuasaan. Pers yang independen dan berintegritas, menurutnya, menjadi jaminan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap kebijakan publik.

Atas dasar itu, PWI se-Madura mengajak seluruh insan pers di daerah maupun tingkat nasional untuk memperkuat solidaritas dan menjaga kemerdekaan pers. Mereka menegaskan bahwa sikap tersebut bukan ditujukan sebagai bentuk permusuhan terhadap individu maupun lembaga tertentu, melainkan sebagai upaya menjaga amanah profesi jurnalistik serta nilai-nilai demokrasi.

“Kami mengajak seluruh rekan jurnalis untuk tetap teguh pada prinsip, merapatkan solidaritas, dan terus memegang teguh amanah mengawal demokrasi demi kebenaran serta kepentingan masyarakat luas,” kata Hanggara.(*)

Tags: Berita Perskemerdekaan persLondo IrengPrabowo SubiantoPWI BangkalanPWI PamekasanPWI SampangPWI se-MaduraPWI SumenepUU Pers

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Cegah Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Ajak Warga Kediri Bijak Bermedia Sosial

Cegah Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Ajak Warga Kediri Bijak Bermedia Sosial

22 Juli 2026
Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta, KAI Daop 7 Madiun Tutup Permanen Perlintasan Liar di Kras Kediri

Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta, KAI Daop 7 Madiun Tutup Permanen Perlintasan Liar di Kras Kediri

22 Juli 2026

Cak Hadi Sosialisasi Literasi Digital di Ringinrejo, Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan

24 Juli 2026
Ari Lasso Bakal Guncang Puncak Hari Jadi Ke-1147 Kota Kediri di GOR Joyoboyo

Ari Lasso Bakal Guncang Puncak Hari Jadi Ke-1147 Kota Kediri di GOR Joyoboyo

25 Juli 2026
Pimpin Apel Pagi, Wali Kota Vinanda Ajak ASN Ambil Pelajaran dari Final Piala Dunia dan Combat Sport

Pimpin Apel Pagi, Wali Kota Vinanda Ajak ASN Ambil Pelajaran dari Final Piala Dunia dan Combat Sport

20 Juli 2026

Untuk Anda

Tiket KA Nataru Daop 7 Madiun Masih Tersedia, Penjualan Capai 76 Persen
Nasional

Tiket KA Nataru Daop 7 Madiun Masih Tersedia, Penjualan Capai 76 Persen

16 Desember 2025
KAI Rail Academy 2026 Beri Kesempatan Anak-Anak Menjajal Profesi Perkeretaapian di Daop 7 Madiun
Travel

KAI Rail Academy 2026 Beri Kesempatan Anak-Anak Menjajal Profesi Perkeretaapian di Daop 7 Madiun

25 Juli 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Media - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Media - ©2026