adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pasokan Menyusut, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Pare Kediri Melejit Tembus Rp31.000

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
16 Juli 2026
Pasokan Menyusut, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Pare Kediri Melejit Tembus Rp31.000

Baca Juga

Harga Pangan di Kota Kediri Relatif Stabil, DKPP Catat Beras Medium Naik Tipis

ADAKITANEWS, Kediri – Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, menunjukkan pergerakan yang fluktuatif seiring menurunnya pasokan dari sejumlah sentra produksi. Kondisi tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono, Rabu (15/7/2026).

Menurut Suyono, meski pasokan berbagai jenis cabai secara umum merosot, dinamika pergerakan harga pada masing-masing komoditas terpantau tidak seragam.

“Namun pergerakan harga antar jenis cabai berbeda,” kata Suyono.

Berdasarkan data statistik harian APCI, pasokan Cabai Merah Besar (CMB) saat ini hanya menyentuh angka 5 ton, alias anjlok sekitar 72,2 persen jika disandingkan dengan kondisi normal yang biasa menembus 18 ton. Kendati pasokan minim, grafik harga CMB relatif bergerak stabil. Varietas GADA EVO ajek di angka Rp24.000 per kilogram, IMOLA F1 merangkak naik Rp1.000 menjadi Rp23.000 per kilogram, sedangkan varietas SANDI 08 F1 justru merosot Rp1.000 menjadi Rp21.000 per kilogram.

Kondisi sebaliknya justru menerpa komoditas Cabai Merah Keriting (CMK). Volume pasokan komoditas pedas ini dilaporkan menyusut drastis dan hanya tersisa 2 ton dari kuota normal 10 ton, atau drop hingga 80 persen. Di tengah jeratan keterbatasan pasokan tersebut, kurva harga pasar justru kompak melonjak.

“Namun harga justru mengalami kenaikan,” ujar Suyono menambahkan.

Tercatat untuk varietas BOS 116 F1 kini bertengger di harga Rp25.000 per kilogram atau naik sebesar Rp2.000. Langkah serupa juga diikuti oleh varietas SIBAD 46 yang terkoreksi naik Rp2.000 hingga menyentuh Rp23.000 per kilogram.

Di sisi lain, tren lonjakan harga yang cukup mencolok juga mendera Cabai Rawit Merah (CRM). Menariknya, kenaikan harga ini tetap terjadi meskipun pasokan CRM harian dilaporkan sedikit bertambah dibanding hari sebelumnya. Saat ini total pasokan CRM bertengger di angka 13 ton, walau kuantitas itu sejatinya masih jeblok 62,9 persen dari tolok ukur normal sebesar 35 ton.

Lompatan harga tertinggi pada klaster ini dialami oleh varietas JUMITA 25 F1 yang meroket Rp4.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Varietas BRENGOS 99 dan ASMORO 043 mengekor di belakang dengan masing-masing naik Rp3.000, sehingga memaksa harganya melambung ke angka Rp31.000 dan Rp30.000 per kilogram. Adapun untuk varietas PELITA TUM 99 ikut terkerek naik Rp2.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Dengan konstelasi angka tersebut, mahar Cabai Rawit Merah sukses menduduki kasta tertinggi dibanding varian cabai lainnya.

Merujuk pada data distribusi APCI, penyerapan cabai oleh sektor manufaktur industri melalui skema glower tercatat menyerap 1 ton untuk CMK, 1,5 ton untuk CMB, dan 4 ton untuk CRM. Di luar konsumsi industri, sebanyak 3 ton CRM dikapalkan khusus menuju Pulau Kalimantan.

Suyono memaparkan, jalur pasokan untuk Cabai Merah Besar sejauh ini mengalir dari wilayah Kediri lokal, Malang, dan Blitar. Sementara Cabai Merah Keriting disuplai dari ladang Kediri dan Blitar, sedangkan untuk titik muasal pasokan Cabai Rawit Merah sejauh ini informasinya belum tercatat secara formal.

“Sisa pasokan setelah dikurangi untuk industri dan pengiriman luar daerah, akan didistribusikan untuk kebutuhan pasar modern dan tradisional di seluruh wilayah Jawa Timur,” tuturnya menerangkan.

Mengantisipasi gejolak pasar yang lebih liar, APCI Kabupaten Kediri secara resmi mengeluarkan imbauan kepada barisan pedagang maupun konsumen agar tidak terjebak dalam aksi aksi borong yang berlebihan (panic buying). Publik diharapkan tetap bijak berbelanja sesuai dengan takaran kebutuhan normal guna menjaga stabilitas harga cabai menjelang penutupan Juli 2026.

Dampak dari fluktuasi harga ini mulai dirasakan langsung oleh konsumen di Kediri. Salah seorang ibu rumah tangga, Linda, mengaku terpaksa mulai mengerem pengeluaran untuk belanja dapur, termasuk menyunat porsi pembelian cabai. Langkah ini ia ambil lantaran prioritas alokasi keuangan keluarga saat ini harus digeser untuk mendanai kebutuhan pendidikan buah hatinya.

“Saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru, jadi saya lebih memilih untuk menghemat pengeluaran dan mengalihkannya untuk biaya sekolah anak,” ucap Linda jujur.(*)

Tags: APCI KediriBelanja BijakCabai Rawit Merah Melejitharga cabai KediriInfo Pangan KediriPasar Induk ParePasokan Cabai AnjlokSuyono APCI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Tampil Solid, Tim PKL Jalan Dhoho Kediri Sabet Juara Panjat Pinang di Festival Omah Sawah

Tampil Solid, Tim PKL Jalan Dhoho Kediri Sabet Juara Panjat Pinang di Festival Omah Sawah

30 Agustus 2026
Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelaku Usaha, M Hadi Setiawan Tampung Usulan UMKM di Kediri

Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelaku Usaha, M Hadi Setiawan Tampung Usulan UMKM di Kediri

29 Agustus 2026
Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Percepatan Pengadaan Tanah Tol Kertosono-Kediri dan Kediri-Tulungagung, Pemkab Kediri Dorong Skema Konsinyasi

Percepatan Pengadaan Tanah Tol Kertosono-Kediri dan Kediri-Tulungagung, Pemkab Kediri Dorong Skema Konsinyasi

29 Juli 2026
M Hadi Setiawan Hadiri Pengajian dan Berselawat Bersama Gus Elham Yahya di Sambijajar Kediri

M Hadi Setiawan Hadiri Pengajian dan Berselawat Bersama Gus Elham Yahya di Sambijajar Kediri

3 September 2026

Untuk Anda

Mas Dhito Dorong Optimalisasi Bandara Dhoho sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ekonomi

Mas Dhito Dorong Optimalisasi Bandara Dhoho sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

11 Desember 2025
Isi Materi Intermediate Training HMI, Wawali Kota Kediri Soroti Dampak Konflik Timur Tengah bagi Daerah
Pendidikan

Isi Materi Intermediate Training HMI, Wawali Kota Kediri Soroti Dampak Konflik Timur Tengah bagi Daerah

4 Agustus 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026