ADAKITANEWS, Kediri – Syiar keagamaan yang meriah mewarnai peringatan pergantian tahun baru Islam di Kota Kediri. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara resmi memberangkatkan rombongan Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang mengambil titik start di Halaman Balai Kota Kediri, Selasa (16/6/2026). Agenda keagamaan yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri ini mengusung tema “Semangat Hijrah, Rajut Ukhuwah, Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia”.
Sebanyak 2.367 peserta yang berasal dari 71 lembaga pendidikan tampak antusias memadati lokasi acara. Iring-iringan pawai ini didominasi oleh barisan santriwan dan santriwati madrasah diniyah, Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta siswa-siswi tingkatan TK dan Raudhatul Athfal (RA) dari seluruh penjuru Kota Kediri.
Adapun rute perjalanan pawai dimulai dari area Halaman Balai Kota Kediri, kemudian bergerak melintasi koridor Jalan Hasanudin, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, dan berputar kembali untuk menyentuh garis finis di kompleks Balai Kota Kediri. Guna memacu semangat dan menambah semarak suasana, pihak panitia penyelenggara telah menyiapkan bermacam hadiah menarik, seperti unit sepeda, kipas angin, magic com, hingga rentetan doorprize hiburan lainnya.
Dalam arahannya, Wali Kota Kediri mengimbau segenap peserta untuk mengikuti pawai dengan menjaga ketertiban di sepanjang jalan, sekaligus memfungsikan momentum Tahun Baru Islam ini sebagai media untuk merefleksikan nilai-nilai sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah menuju Madinah.
Menurut Vinanda, esensi dari hijrah tidak boleh dipersempit maknanya hanya sebatas perpindahan fisik atau wilayah semata, melainkan sebuah transformasi spiritual menuju pribadi yang lebih berkualitas. Ia turut menitipkan pesan akan krusialnya menggenjot semangat mendalami ilmu agama, konsisten mengaji, serta merawat tali persaudaraan antar-sesama kendati menimba ilmu di instansi yang berlainan.
“Pergantian Tahun Hijriah juga mengajak kita untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik dibanding tahun lalu, sudahkah ibadah kita semakin khusyuk, dan sudahkah kita semakin peduli kepada sesama. Karena sesungguhnya hijrah yang paling penting adalah hijrah hati, dari rasa malas menjadi semangat, dari perpecahan menjadi persatuan, serta dari sikap saling menyalahkan menjadi saling mendoakan dan menguatkan,” tutur Vinanda.
Pemimpin daerah yang akrab disapa Mbak Wali ini menambahkan, keberadaan lembaga pendidikan Al-Qur’an serta madrasah diniyah memegang andil yang sangat vital dalam melahirkan generasi penerus yang berimbang. Artinya, generasi yang tidak sekadar menonjol di bidang penguasaan sains dan teknologi, melainkan juga memiliki kematangan akhlak serta fondasi keimanan yang kokoh.
Ia pun melayangkan piagam apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran pengurus PCNU Kota Kediri, Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), para guru ngaji, ustaz, serta ustazah yang tanpa lelah mendedikasikan waktu mendidik anak-anak dalam memahami kitab suci Al-Qur’an dan dasar-dasar syariat.
“Semua yang panjenengan lakukan hari ini merupakan investasi besar bagi masa depan Kota Kediri. Mari kita songsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan hati yang bersih, semangat yang baru, dan tekad untuk terus menjaga persaudaraan demi Kota Kediri yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan,” kata Vinanda memungkasi sambutannya.(*)











