ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan anak melalui pemenuhan gizi yang optimal. Langkah ini diwujudkan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, saat menghadiri acara sosialisasi mengenai pentingnya makanan bergizi tinggi protein hewani serta agenda makan bersama balita di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Kamis (11/6/2026).
Acara tersebut melibatkan dokter spesialis anak, Renyta Ika, sebagai pemateri utama. Sebanyak 300 peserta yang terdiri dari anak balita beserta ibunya, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari tingkat kota hingga kelurahan, kepala puskesmas, serta petugas penanggung jawab gizi puskesmas turut serta dalam kegiatan ini. Selain edukasi, para peserta yang hadir juga mendapatkan paket makanan bernutrisi.
Dalam pidatonya, Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa anak usia bawah lima tahun merupakan masa depan bangsa yang akan memegang estafet kepemimpinan di berbagai sektor. Oleh karena itu, kecukupan nutrisi dan kondisi kesehatan sejak usia dini merupakan investasi krusial bagi masa depan anak, di samping sektor pendidikan.
“Anak-anak balita yang saat ini berada di ruangan ini, di rumah, di sekolah, di manapun mereka berada adalah calon pemimpin, calon dokter, guru, pengusaha, ulama, dan berbagai profesi yang akan menentukan masa depan bangsa kita. Karena itu, sejak dini kita harus memberikan investasi terbaik kepada mereka sebagai bekal tumbuh kembang mereka. Selain pendidikan, yang utama juga ada kesehatan dan gizi yang baik sejak dini,” ujar Vinanda.
Menurut Vinanda, tantangan terkait pemenuhan gizi dapat muncul di setiap siklus kehidupan, mulai dari periode kehamilan, masa bayi dan balita, remaja, hingga usia lanjut. Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu gizi masyarakat perlu digerakkan secara berkesinambungan lewat perbaikan pola makan, kesadaran pemenuhan nutrisi, serta perluasan akses layanan kesehatan berkualitas.
Wali Kota Kediri juga mengimbau para orang tua agar tidak bingung dalam menyusun menu makanan anak di tengah maraknya informasi mengenai makanan pendamping air susu ibu (MPASI) di jejaring sosial. Hal utama yang wajib diperhatikan bukan tingkat kerumitan menu, melainkan kualitas kandungan nutrisinya.
“Yang terpenting bukanlah seberapa rumit menunya, melainkan seberapa baik kandungan gizinya. Mari kita sadari bahwa menghadirkan makanan bergizi untuk balita itu tidak harus mahal bahkan bahan impor. Telur, ikan, ayam, hati ayam, lele, tempe, tahu, sayuran dan buah-buahan yang ada di sekitar kita adalah sumber gizi yang baik jika diolah dan disajikan sesuai kebutuhan anak,” ungkapnya.
Vinanda menyarankan agar orang tua mengutamakan pemberian makanan utuh atau real food yang dimasak sendiri di rumah. Para orang tua diharapkan lebih selektif dalam memberikan makanan instan kepada anak dengan selalu memeriksa kandungan nutrisinya demi pemenuhan asupan gizi yang seimbang.
Di sisi lain, upaya mempercepat penurunan angka stunting menjadi salah satu fokus utama dari Pemerintah Kota Kediri. Merujuk pada data Sigizi KESGA per Maret 2026, tingkat prevalensi stunting di Kota Kediri berada di angka 4,7 persen.
Sementara itu, apabila mengacu pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kota Kediri mengalami penurunan dari 18,6 persen pada tahun 2023 menjadi 17,6 persen pada tahun 2024. Walau menunjukkan tren yang positif, kerja keras yang konsisten masih sangat dibutuhkan guna meminimalkan angka tersebut.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan dalam menekan angka stunting tidak bisa dibebankan kepada pemerintah, puskesmas, atau kader posyandu semata. Peran aktif dari lingkungan keluarga dinilai paling utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak seluruh ibu balita untuk terus meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang. Jangan sungkan berkonsultasi dengan bidan, ahli gizi, kader posyandu, maupun petugas puskesmas. Mari kita biasakan menyiapkan makanan rumah yang bergizi, memperbanyak sumber protein hewani, membatasi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak berlebih, serta menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak,” jelasnya.
Vinanda berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman para orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang, sekaligus memperkuat gerakan bersama dalam melahirkan generasi balita Kota Kediri yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.(*)











