ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat adanya tren kenaikan volume pergerakan penumpang kereta api jarak jauh yang cukup signifikan menjelang momentum libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Berdasarkan pemutakhiran data yang dihimpun hingga Selasa (26/5/2026) pukul 12.30 WIB, jumlah pengguna jasa kereta api yang turun dan tiba di jajaran stasiun wilayah Daop 7 Madiun menyentuh angka 9.438 orang. Jumlah tersebut mengindikasikan adanya pertumbuhan sekitar 9 persen jika disandingkan dengan pergerakan pada Senin (25/5/2026) yang berada di angka 8.625 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengutarakan bahwa akumulasi angka kedatangan ini diproyeksikan masih akan terus merangkak naik hingga malam hari. Hal tersebut dipicu oleh masih aktifnya aktivitas transaksi pembelian tiket langsung atau layanan go show di loket stasiun.
Di sisi lain, grafik volume penumpang yang melakukan keberangkatan dari berbagai stasiun di lingkup Daop 7 Madiun hingga siang hari telah terdokumentasi sebanyak 4.634 orang. Angka keberangkatan ini pun diprediksi akan terus bergerak naik mengikuti jadwal operasional perjalanan kereta terakhir pada malam nanti.
“Kenaikan jumlah penumpang ini dipengaruhi periode libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang bersambung dengan cuti bersama dan libur akhir pekan. Selain itu, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api juga menjadi faktor utama,” ujar Tohari.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan arus mudik lebaran kurban ini sudah mulai memperlihatkan eskalasi yang padat sejak Selasa (26/5/2026) atau satu hari menjelang datangnya libur nasional Iduladha, dan diperkirakan polanya akan terus bertahan dalam kurun beberapa hari ke depan.
Manajemen KAI Daop 7 Madiun juga mengalkulasi bahwa titik puncak arus balik liburan diprediksi akan jatuh pada Minggu (31/5/2026). Memasuki periode puncak tersebut, total pelanggan yang akan bertolak dari wilayah Daop 7 ditaksir mampu menyentuh angka 25.559 orang, sedangkan estimasi volume pelanggan yang tiba diperkirakan menembus 31.560 penumpang.
Tohari mengimbuhkan, tingginya animo masyarakat untuk menjatuhkan pilihan pada moda transportasi berbasis rel ini dipicu oleh akumulasi berbagai keunggulan, seperti jaminan keselamatan, kenyamanan, proteksi keamanan, ketepatan waktu tempuh, hingga optimalisasi fasilitas sarana dan prasarana yang terus digenjot oleh pihak KAI.
Ditambah lagi, tingginya dinamika sosial masyarakat yang melakukan tradisi pulang kampung (mudik) demi merayakan momen sakral Iduladha bersama keluarga besar di wilayah hukum Daop 7 Madiun menjadi pendorong utama melejitnya angka keterisian kereta.
Guna mengantisipasi padatnya lalu lintas dan pergerakan di area stasiun selama libur panjang ini, KAI Daop 7 Madiun mengeluarkan imbauan agar para calon penumpang mengalokasikan waktu dengan datang lebih awal ke stasiun guna menghindari risiko tertinggal kereta. Konsumen juga diingatkan untuk melakukan pengecekan ulang secara teliti terhadap jadwal keberangkatan yang tertera di lembar tiket.
Sementara bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan namun belum mengantongi tiket, KAI menyarankan untuk segera melakukan reservasi secara daring lewat aplikasi Access by KAI maupun kanal mitra penjualan resmi eksternal yang sah demi meminimalisasi risiko kehabisan kuota tempat duduk.(*)











