ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Tahun 2026 di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Kamis (7/5/2026).
Melalui TPAKD, Pemerintah Kota Kediri terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan digitalisasi layanan guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Peran TPAKD hari ini semakin strategis. Kita memastikan akses tersebut benar-benar dipahami dan memberikan dampak nyata,” ujar sosok yang akrab disapa Mbak Wali tersebut.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data nasional tahun 2025, tingkat literasi keuangan masih lebih rendah dibanding tingkat inklusi atau penggunaan layanan keuangan.
Kondisi tersebut dinilai membuka celah terjadinya praktik pinjaman ilegal, judi online, hingga penipuan investasi di tengah masyarakat.
“Saya berharap forum ini menghasilkan program kerja yang lebih tepat sasaran, punya target jelas, dan bisa dievaluasi secara berkala,” jelasnya.
Wali kota termuda ini menegaskan pemerintah harus memastikan layanan keuangan digunakan secara aktif, produktif, dan aman oleh warga.
Terdapat sejumlah prioritas program TPAKD tahun 2026, di antaranya program Satu Rekening Satu Pelajar dan program Kredit Melawan Rentenir (KuMapan).
Selain itu, penguatan literasi keuangan akan difokuskan pada kelompok prioritas seperti pelaku UMKM, pekerja sektor informal, perempuan, serta pemuda.
Mbak Wali juga mengajak seluruh pihak menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih humanis dan mudah dipahami agar masyarakat terlindungi dari risiko keuangan.
Sementara itu, Kepala OJK Kota Kediri Ismirani Saputri memaparkan sejumlah kesuksesan program tahun sebelumnya yang akan kembali dioptimalkan tahun ini.
Program tersebut meliputi penyaluran KuMapan, pemanfaatan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, hingga pengembangan Galeri Investasi.
“Seperti apa yang disampaikan Mbak Wali, untuk keberhasilan program-program ini mari kita berkolaborasi mewujudkannya,” ungkap Ismirani.(*)











