• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada Pinjol, BRI dan Yayasan MJB Edukasi Ratusan Warga Kediri Kelola Keuangan Keluarga

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
19 April 2026
Waspada Pinjol, BRI dan Yayasan MJB Edukasi Ratusan Warga Kediri Kelola Keuangan Keluarga

ADAKITANEWS, Kediri – Dalam upaya membentengi masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan pengelolaan keuangan yang buruk, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkolaborasi dengan Yayasan Muda Jenitra Bakti (MJB) menggelar sosialisasi literasi keuangan di Gedung Bagawanta Bhari, Kabupaten Kediri, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan edukatif ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri.

Hadir sebagai narasumber kunci, jajaran anggota legislatif dari tingkat kabupaten hingga provinsi, serta pengurus Yayasan MJB.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, Anang Prakasa Mardjito, menekankan bahwa kemandirian ekonomi daerah sangat bergantung pada kesehatan finansial setiap keluarga. Ia mengingatkan pentingnya prinsip efisiensi dan kecermatan dalam mencatat setiap pengeluaran.

“Jadi prinsipnya bahwa setiap rumah tangga atau keluarga, perlu literasi yang lebih baik lagi dalam pengelolaan keuangan keluarga. Karena akar dari setiap kegiatan sehari-hari kita adalah dimulai dari keluarga dulu,” ujarnya.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah tingginya angka masyarakat yang terjebak utang digital. Anang menjelaskan bahwa kemudahan akses sering kali membuat masyarakat lalai dalam mempelajari syarat dan ketentuan, seperti kesalahan mengeklik tautan di marketplace atau penggunaan fitur paylater untuk konsumsi yang tidak mendesak.

“Pinjol saking mudahnya, kita kadang-kadang meremehkan, tidak mempelajari klausul-klausulnya. Misal harus bayar 14 hari, setelah itu ternyata ada bunga yang kemudian memberatkan,” jelasnya.

Hal ini, lanjut Anang, berisiko pada kredit macet yang berakibat buruk pada riwayat individu di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan menyulitkan akses pembiayaan resmi perbankan di masa depan.

Ketua Yayasan MJB, Dian Rifki Rahmadana, mengapresiasi langkah BRI yang berperan aktif sebagai edukator sekaligus penyedia solusi modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor UMKM.

“BRI memberikan solusi bagi kita melalui program-program yang ada, seperti KUR untuk menambah modal bagi UMKM dan masih ada banyak program lagi dari BRI. Terima kasih BRI sudah mau berkolaborasi dengan Yayasan MJB,” tuturnya.

Sinergi ini diharapkan terus berlanjut guna menjangkau masyarakat di pelosok desa agar lebih bijak dalam memanfaatkan modal usaha.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M Hadi Setiawan, menambahkan bahwa pengelolaan keuangan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.

Sosok yang akrab disapa Cak Hadi ini menilai bahwa anak yang terbiasa mengelola keuangan sejak kecil cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

“Dan edukasi soal literasi keuangan itu harus dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga, keluarga,” kata Cak Hadi.

Fondasi yang ditanamkan sejak dini, lanjutnya, diharapkan mampu membentengi generasi mendatang agar tidak besar pasak daripada tiang.

Menutup paparannya, Cak Hadi mengingatkan peran vital orang tua dalam membimbing generasi muda mengenai nilai uang dan manajemen finansial.

“Dan orang tua harus mampu mengedukasi anak cucu mereka mengenai nilai uang agar dapat mengatur finansial dengan cerdas di masa depan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Kediri memiliki pemahaman yang kuat sehingga mampu mengelola pendapatan secara bijak dan terhindar dari risiko kerugian finansial jangka panjang.(*)

Baca Juga

FKIJK Kediri-Madiun Gelar Financial Journalist Class Sesi 1, Perkuat Sinergi Perbankan dan Insan Pers

Gus Qowim Buka Sarasehan Hari Koperasi ke-79 di UIN Syekh Wasil Kediri, Dorong Transformasi Digital dan Kualitas Kelembagaan

Buka Gebyar UMKM Hari Koperasi ke-79, Mas Dhito Dorong Pelaku Usaha Masuk Pasar Digital

Tags: Berita Kediri Hari IniBRI KediriInfo KediriLiterasi KeuanganPengelolaan KeuanganPinjol IlegalUMKM KediriYayasan MJB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Perkuat Konsolidasi Akar Rumput, Golkar Kabupaten Kediri Gelar Musyawarah Desa Serentak di Dapil 4

Perkuat Konsolidasi Akar Rumput, Golkar Kabupaten Kediri Gelar Musyawarah Desa Serentak di Dapil 4

28 Juli 2026
Cegah Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Ajak Warga Kediri Bijak Bermedia Sosial

Cegah Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Ajak Warga Kediri Bijak Bermedia Sosial

22 Juli 2026
Serap Aspirasi di Pandantoyo, Cak Hadi Siap Kawal Infrastruktur Desa hingga Keluhan Petani

Serap Aspirasi di Pandantoyo, Cak Hadi Siap Kawal Infrastruktur Desa hingga Keluhan Petani

28 Juli 2026
Reses di Desa Brenggolo, Cak Hadi Tampung Aspirasi Warga dan Usulan Bantuan untuk SLB PGRI Plosoklaten

Reses di Desa Brenggolo, Cak Hadi Tampung Aspirasi Warga dan Usulan Bantuan untuk SLB PGRI Plosoklaten

27 Juli 2026

Cak Hadi Sosialisasi Literasi Digital di Ringinrejo, Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan

24 Juli 2026

Untuk Anda

H+4 Lebaran, Arus Balik Daop 7 Madiun Masih Tinggi dengan 142 Ribu Penumpang Berangkat
Nasional

H+4 Lebaran, Arus Balik Daop 7 Madiun Masih Tinggi dengan 142 Ribu Penumpang Berangkat

25 Maret 2026
Ponpes Wali Barokah Kediri Jadi Studi Kasus Program Pesantren Sehat Jawa Timur
Kesehatan

Ponpes Wali Barokah Kediri Jadi Studi Kasus Program Pesantren Sehat Jawa Timur

16 Desember 2025
adakita.news

PT. Adakita Aksara Media - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Media - ©2026