ADAKITANEWS, Kediri – Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Wali Barokah, Senin (6/4/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda perkenalan pejabat baru sekaligus momentum Halal Bihalal dalam suasana Idulfitri 1447 H.
Kedatangan rombongan Dandim disambut hangat oleh pimpinan pondok pesantren, H. Sunarto, bersama jajaran pengurus LDII Kota Kediri.
Dandim Dhavid menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi sosial dengan tokoh agama dan masyarakat di wilayah Kediri Raya.
“Kami memohon dukungan serta koordinasi dari kalangan pesantren dalam mensukseskan berbagai program nasional TNI Angkatan Darat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI dan santri dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang pesat.
Pimpinan Ponpes Wali Barokah, H. Sunarto, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah strategis memperkuat sinergi yang telah lama terjalin harmonis.
“Kami berharap ke depan ada kerja sama konkret, terutama dalam pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara bagi para santri,” ungkap Sunarto.
Sunarto menjelaskan bahwa pesantren memiliki tiga fokus utama yang sejalan dengan pengabdian masyarakat, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi.
Pihak pesantren membuka pintu lebar bagi TNI untuk berkolaborasi dalam program kemasyarakatan yang menyasar penguatan karakter generasi muda.
Langkah ini dinilai sangat relevan mengingat peran historis santri yang sangat besar dalam memperjuangkan kedaulatan NKRI sejak masa kemerdekaan.
Dandim 0809 Kediri berharap sinergi ini dapat menciptakan kondusivitas wilayah serta menanamkan nilai patriotisme yang kuat di lingkungan pendidikan agama.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan diskusi santai mengenai potensi kerja sama di bidang ketahanan pangan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Silaturahmi ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat, khususnya kaum sarungan, tetap menjadi pilar utama stabilitas keamanan di daerah.
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara institusi militer dan lembaga pendidikan berbasis religi tersebut.(*)













