ADAKITANEWS, Kediri – Pengurus Provinsi ORADO Jawa Timur menggelar kejuaraan cabang (Kejurcab) domino secara serentak di berbagai daerah di Jawa Timur pada 28–30 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan sekaligus memenuhi syarat menuju pengakuan sebagai cabang olahraga resmi di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Sekretaris Umum ORADO Jawa Timur, Esti Nalurani, menyampaikan bahwa pelaksanaan kejuaraan dilakukan serentak di lebih dari 50 persen kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Sekarang ini kita sedang serentak tanggal 28 sampai 30 Maret 2026 di seluruh kota/kabupaten se-Jawa Timur,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan Kejurcab Domino di Kabupaten Kediri, Minggu (29/3/2026).
Esti menjelaskan, dirinya bersama rombongan pengurus provinsi melakukan pemantauan langsung ke sejumlah daerah. Sebelum ke Kediri, ia telah meninjau pelaksanaan kejuaraan di Blitar dan akan melanjutkan kunjungan ke Malang serta Surabaya.
Untuk mendukung kegiatan ini, seluruh pengurus ORADO tingkat provinsi dibagi menjadi sembilan tim yang bertugas berkeliling ke berbagai daerah guna memastikan pelaksanaan berjalan optimal sekaligus memberikan apresiasi kepada pengurus cabang.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini terlihat dari kesiapan panitia dan perangkat pertandingan di daerah.
“Tujuan kunjungan ini salah satunya untuk menghargai effort para pengurus cabang. Hasil yang kami lihat hari ini menunjukkan effort yang luar biasa dari masyarakat terkait olahraga domino,” ungkapnya.
Esti juga mengungkapkan, ORADO merupakan organisasi domino yang tergolong baru di Indonesia. Organisasi ini resmi dideklarasikan pada 7–8 Januari 2026 dan kini telah memiliki kepengurusan lengkap di 38 provinsi serta lebih dari 300 kabupaten/kota.
“ORADO ini adalah organisasi domino termuda di Indonesia. Saat deklarasi, sudah ada lebih dari 300 kabupaten/kota dan kini sudah memiliki wasit di seluruh provinsi,” jelasnya.
Meski demikian, ORADO masih memiliki satu syarat utama untuk dapat bergabung secara resmi dengan KONI, yakni penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Esti menegaskan, Kejurnas tersebut harus terlaksana sebelum agenda rapat besar KONI pada Mei mendatang.
“Terkait syarat masuk KONI, semuanya sudah terpenuhi kecuali satu, yakni menyelenggarakan Kejurnas. Sebelum rapat besar KONI bulan Mei, kita harus sudah melaksanakan Kejurnas,” tegasnya.
Selain itu, ORADO juga terus melakukan standarisasi aturan permainan melalui regulasi bertajuk The Law of Domino 101 yang telah dipublikasikan sekitar dua bulan lalu. Ia mengapresiasi kesiapan pengurus cabang dan wasit yang dinilai telah memahami aturan tersebut dengan baik.
Namun demikian, Esti mengakui masih terdapat tantangan dalam pengembangan olahraga domino, khususnya dalam menjaring atlet usia muda.
“PR kami saat ini adalah penjaringan atlet junior usia 14 sampai 18 tahun. Karena harus masuk ke lingkungan sekolah, sementara stigma orang tua terhadap olahraga domino masih kurang baik,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kejuaraan ini, ORADO berharap dapat memperkuat fondasi organisasi sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet domino berprestasi di tingkat nasional.(*)













