SEGALA puji hanya bagi Allah Swt. yang telah memberikan nikmat iman dan Islam, serta salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw.
Momentum Idulfitri menjadi waktu terbaik bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt., di mana salah satu ciri utama orang yang bertakwa adalah kemampuan untuk saling memaafkan dengan tulus.
Allah Swt. sangat mencintai hamba-Nya yang mampu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan sebelum orang tersebut meminta maaf. Perlu disadari bahwa memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti nyata dari kekuatan hati yang besar. Dengan saling memaafkan, hubungan persaudaraan dan persahabatan akan menjadi lebih harmonis serta penuh dengan kebaikan.
Pribadi yang bertakwa senantiasa menjadikan takwa sebagai landasan hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan cara mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Surat Ali Imran ayat 133–134 yang berbunyi:
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ١٣٣ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤
Artinya: “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa ada tiga tanda utama orang bertakwa. Ciri pertama, yakni berinfak dalam segala kondisi, menunjukkan bahwa orang bertakwa tidak hanya bersedekah saat kaya, tetapi tetap berbagi saat dalam kesulitan karena meyakini bahwa harta hanyalah titipan Allah Swt.
Ciri kedua adalah kemampuan menahan amarah atau hawa nafsu, di mana seseorang mampu mengendalikan emosi meskipun memiliki kesempatan untuk marah, serta berjiwa besar untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Adapun ciri ketiga adalah keikhlasan hati untuk memaafkan kesalahan orang lain, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti, sebagai wujud nyata dari perbuatan baik atau ihsan.
Selain ketiga tanda tersebut, orang yang bertakwa juga memiliki ciri selalu merasa diawasi oleh Allah Swt. atau muraqabah dalam setiap tindakannya. Perasaan ini memunculkan rasa takut untuk berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, karena kesadaran akan kehadiran Sang Pencipta yang melingkupi setiap langkah kehidupan.
Semoga pada Idulfitri tahun ini, kita semua mendapatkan ketenangan dan keberkahan dari Allah Swt. serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai ketakwaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari demi kedamaian batin. Selamat merayakan hari kemenangan, Minal Aidin Wal Faizin.
Oleh: Gus M Ubaidillah Asyfa’i – Tulungagung













