ADAKITANEWS, Kediri – Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan, Retno Wijayanti, bersama Koordinator PTLHP, Yulianto Setiawan, melaksanakan kunjungan monitoring ke Bandar Udara Dhoho Kediri guna meninjau kesiapan Posko Angkutan Lebaran 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan keandalan layanan transportasi udara dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Idulfitri.
Dalam agenda tersebut, rombongan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik krusial, mulai dari posko angkutan Lebaran, area lapor diri (check-in), hingga terminal keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Monitoring ini difokuskan secara mendalam pada kesiapan fasilitas fisik, kualitas pelayanan prima, serta penguatan aspek keselamatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.
General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menyampaikan bahwa secara keseluruhan infrastruktur dan personel bandara berada dalam kondisi siap untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.
“Secara umum bandara siap mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026, didukung tren peningkatan penumpang khususnya pada rute kedatangan yang menunjukkan mulai meningkatnya arus mudik,” ujar Rahmat Yoni Saputra.
Peningkatan jumlah penumpang yang mulai terlihat menjadi indikator awal bahwa arus mudik melalui transportasi udara di wilayah Kediri telah bergerak signifikan.
Pihak pengelola Bandara Dhoho pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar kualitas layanan selama masa libur panjang tersebut.
Prioritas utama tetap diletakkan pada aspek keamanan yang ketat, kenyamanan penumpang di area terminal, serta kelancaran operasional pesawat agar tidak terjadi kendala teknis yang menghambat perjalanan masyarakat.
Melalui kesiapan matang yang telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, diharapkan seluruh rangkaian pelayanan di Bandara Dhoho Kediri dapat berjalan optimal.
Upaya ini dilakukan semata-mata untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan berkesan bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman melalui pintu langit Kediri.
Sinergi antara regulator dan operator bandara ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan arus penumpang dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan penerbangan yang utama.(*)













