adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Nasional

Potret Kampung Onggoboyo: Menanti Terang di Balik Rimbun Kebun Kaki Gunung Kelud

RedaksibyRedaksi
16 Maret 2026
Potret Kampung Onggoboyo: Menanti Terang di Balik Rimbun Kebun Kaki Gunung Kelud

Baca Juga

Jaga Keandalan Jalur, KAI Daop 7 Madiun Jadwalkan Perbaikan Geometri 4 Perlintasan di Kediri

Kemenag Kota Kediri Ajak Santri Berikan Kontribusi Nyata Bagi Bangsa

Disbudparpora Kota Kediri Apresiasi Ponpes Wali Barokah dalam Pembinaan Pemuda dan Santri

ADAKITANEWS, Kediri – Di saat wilayah perkotaan di Kabupaten Kediri terus bersolek dengan pembangunan infrastruktur digital dan modern, sebuah permukiman di kaki Gunung Kelud justru tampak seolah terhenti dalam pusaran waktu. Kampung Onggoboyo, yang terletak di Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, menjadi cermin nyata perjuangan warga yang lama terisolasi dari fasilitas dasar.

Kabut tipis dan rintik hujan menyambut kedatangan siapa pun yang menyambangi kampung ini pada Senin (16/3/2026) senja. Di tengah rimbunnya perkebunan, berdiri kokoh bangunan-bangunan tua bergaya Indis dengan tembok tebal khas era kolonial. Bangunan peninggalan Belanda tersebut kini menjadi rumah bagi sekitar 14 kepala keluarga yang masih bertahan.

Panji (53), salah satu penghuni lawas, telah menetap di sana selama 25 tahun. Pria asal Kepanjen, Malang, ini mengisahkan betapa beratnya hidup di wilayah yang dahulu merupakan pusat aktivitas perkebunan, namun kini justru tertinggal dari derap kemajuan zaman.

Hingga beberapa tahun lalu, warga Onggoboyo harus berdamai dengan kegelapan dan krisis air. Listrik baru mengalir pada tahun 2023, sementara akses air bersih baru terwujud pada 2025 berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kediri dan PTPN X.

“Dulu air itu sampai beli karena bantuan dari perkebunan tidak mencukupi kebutuhan keseharian. Rumah di sini bekas peninggalan pekerja perkebunan era kolonial, sehingga asetnya milik perkebunan,” ungkap Panji.

Meski air dan listrik mulai masuk ke dalam rumah, persoalan belum tuntas. Akses jalan sepanjang satu kilometer yang membelah perkebunan tebu menuju kampung tersebut masih berupa jalan setapak yang licin dan minim penerangan.

“Karena memang kampung ini letaknya ada di tengah perkebunan. Aksesnya sangat sulit sekali apalagi jika hujan, karena masih jalan setapak,” tambahnya.

Keterbatasan ini juga memicu kecemasan bagi para ibu, salah satunya Winarti. Ia kerap dihantui rasa khawatir setiap kali anaknya berangkat atau pulang sekolah, terutama saat cuaca buruk melanda.

“Saya merasakan ketika anak saya belum pulang sekolah apalagi saat hujan saya sangat cemas ketika melewati jalan menuju kampung ini. Jalannya rusak dan penerangan jalan yang minim,” keluh Winarti.

Harapan warga kini tertumpu pada kehadiran Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, yang berkunjung dalam rangkaian safari Ramadan di Musala An Nuur. Kepada pria yang akrab disapa Cak Hadi tersebut, Winarti menyuarakan dambaan warga akan lingkungan yang terang benderang.

“Kami berharap kampung kami menjadi terang, tak lagi gelap saat malam tiba. Memang di rumah warga sudah teraliri listrik, namun belum menyentuh di infrastruktur jalannya. Karena tiap rumah belum ada meteran listrik, masih jadi satu menumpang di dusun sebelah,” pintanya.

Mendengar keluh kesah tersebut, Cak Hadi menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar adalah hak setiap warga negara yang tidak boleh terabaikan.

“Ini sangat memprihatinkan. Sesama anak warga negara, hidup di masyarakat, tetapi soal penerangan listrik saja masih menjadi masalah. Termasuk soal aksesibilitas,” tegas Cak Hadi.

Namun, Cak Hadi mengakui adanya hambatan regulasi karena status lahan pemukiman tersebut masih berada di bawah Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kepentingan kemanusiaan harus menjadi prioritas.

“Hak atas tanah itu masih HGU. Tetapi kalau sudah dilegalkan dan mendapat izin dari pemangku hak tanah, seharusnya juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas lain karena ini menyangkut hajat orang banyak,” ujarnya.

Cak Hadi berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku kebijakan guna mencari solusi jangka panjang, termasuk menjajaki potensi Kampung Onggoboyo sebagai destinasi wisata sejarah yang dapat mendongkrak ekonomi warga.

Dalam kunjungan yang mengharukan tersebut, Cak Hadi juga menyalurkan bantuan sembako dan santunan. Ia terkesan dengan semangat warga yang tetap tangguh meski harus hidup dalam sunyi dan gelapnya perkebunan.

“Kami buka bersama dengan warga di sana dan sangat mengharukan. Di tengah kondisi seperti itu, saat listrik mati suasananya benar-benar gelap. Namun warga tetap menyambut dengan penuh semangat. Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

Tags: Berita KediriGunung KeludInfrastruktur DesaKampung OnggoboyoM. Hadi SetiawanNgancar KediriPTPN X

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

28 Oktober 2026
Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

25 Oktober 2026
Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

29 Oktober 2026
Atasi Kekeringan, DPD Golkar Kabupaten Kediri Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih di Kepung

Atasi Kekeringan, DPD Golkar Kabupaten Kediri Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih di Kepung

25 Oktober 2026

Untuk Anda

Kediri Mapan Expo 2026 Jadi Ruang Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Kediri
Ekonomi

Kediri Mapan Expo 2026 Jadi Ruang Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Kediri

5 Juli 2026
Mbak Wali Paparkan Isu Strategis Musrenbang 2027: Fokus Layanan Dasar dan Penguatan Daya Tarik Kota
Nasional

Mbak Wali Paparkan Isu Strategis Musrenbang 2027: Fokus Layanan Dasar dan Penguatan Daya Tarik Kota

13 Maret 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026