ADAKITANEWS, Kediri – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri kembali menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadan sebagai langkah mempertebal keimanan dan ketakwaan pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Agenda yang dihelat di Pendopo Panjalu Jayati pada Selasa (10/3/2026) ini kian semarak dengan kehadiran bazar Ramadan yang menampilkan puluhan stan UMKM lokal.
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito atau yang akrab disapa Mbak Cicha, melalui Pokja I Dyah Saktiana, menjelaskan bahwa bazar ini merupakan inisiasi langsung dari Mbak Cicha sebagai wujud dukungan nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut.
“Menjelang Hari Raya Idulfitri, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Mbak Cicha menginisiasi digelarnya Bazar Ramadan yang diikuti puluhan pelaku UMKM. Produk yang dijual merupakan hasil karya UMKM asli Kabupaten Kediri, mulai dari suvenir, pakaian, batik, hingga jajanan Lebaran,” jelas Dyah.
Kegiatan ini diproyeksikan untuk mendongkrak daya beli masyarakat terhadap produk lokal. Dengan meningkatnya serapan pasar, diharapkan kesejahteraan para pengusaha kecil di Kabupaten Kediri turut terangkat, khususnya dalam menyongsong kebutuhan Hari Raya.
“Harapannya, ketika produk UMKM laku di pasaran, maka kesejahteraan para pelaku UMKM juga meningkat sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka menjelang Hari Raya Idulfitri,” tambahnya.
Bazar Ramadan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin hingga Jumat (13/3/2026). Masyarakat umum dipersilakan hadir dan berbelanja berbagai produk unggulan daerah di area Pendopo Panjalu Jayati.
Tak hanya sektor ekonomi, sisi spiritualitas juga menjadi fokus dalam Pondok Ramadan kali ini. Acara diisi dengan tausiah keagamaan yang menghadirkan penceramah sekaligus psikolog, Tatik Imadatus Sa’adati. Ia membawakan materi bertema manajemen diri perempuan dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam paparannya, Tatik menggarisbawahi krusialnya pola komunikasi yang sehat di dalam lingkungan keluarga. Menurutnya, komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun rasa saling menghormati dan memupuk kepercayaan diri setiap anggota keluarga.
“Memberikan validasi kepada suami, istri, maupun anak-anak sangat penting agar mereka merasa dihargai dan memiliki kepercayaan diri,” pungkas Tatik.
Melalui perpaduan kegiatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi ini, TP PKK Kabupaten Kediri berharap dapat menciptakan masyarakat yang religius sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha lokal menjelang Lebaran.(*)













