ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) sebagai terobosan baru dalam memperkuat budaya literasi masyarakat. Inovasi ini diperkenalkan pertama kali di Kafe Ngangeni.Id, Kelurahan Kaliombo, Sabtu (28/2/2026), dan dinilai selaras dengan visi Kota Kediri MAPAN, khususnya pada misi penguatan produktivitas daerah.
Vinanda memandang kehadiran ruang baca di area publik seperti kafe merupakan langkah relevan yang menjawab gaya hidup modern. Menurutnya, transformasi fungsi kafe menjadi wadah edukasi akan memberikan nilai tambah bagi interaksi sosial warga.
“Saya menyampaikan apresiasi atas inisiasi adanya Robusca. Ini adalah inovasi yang bagus. Di mana kafe yang biasanya hanya dikenal sebagai tempat makan dan minum, kini bisa menjadi ruang diskusi, interaksi, dan literasi,” ujarnya.
Wali kota termuda di Indonesia ini menekankan agar fasilitas tersebut benar-benar dioptimalkan dan tidak sekadar menjadi pajangan simbolik. Di tengah dominasi penggunaan gawai, Vinanda mendorong pemanfaatan buku digital sebagai solusi praktis meningkatkan minat baca generasi muda. Ia berharap kolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri dapat meluas ke lebih banyak pelaku usaha kopi di kota tersebut.
“Banyak anak-anak sekarang lebih sering memegang gawai. Buku digital bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan literasi. Harapannya, tidak hanya ada ruang baca, tetapi juga kelas menulis, bedah buku, atau bedah karya, sehingga kafe menjadi lebih hidup,” ungkap Vinanda penuh harap.
Selain Robusca, apresiasi juga diberikan kepada Disarpus atas program Transportasi Literasi Ceria (TransLiteria). Program unik ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, pelaku usaha, hingga komunitas kepemudaan. Vinanda meyakini bahwa membangun ekosistem literasi yang kuat memerlukan kerja sama yang terintegrasi antara pemerintah dan masyarakat.
Kepala Disarpus Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, menjelaskan bahwa TransLiteria mengajak peserta menikmati pengalaman membaca buku di atas Bus Satria sambil melintasi berbagai landmark ikonik kota. Terkait Robusca, pihaknya berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi kafe yang bersedia menyediakan pojok baca.
“Kita dekatkan layanan perpustakaan ke kafe-kafe karena tren anak muda saat ini lebih suka bersosialisasi di kafe. Disarpus akan menyiapkan buku, rak, hingga sistem baca buku digital,” jelas Chevy.
Agenda peluncuran ini turut ditandai dengan penandatanganan kerja sama (MoU) antara Disarpus bersama Dinas Perhubungan, Diskominfo, serta Karang Taruna. Melalui kolaborasi ini, Robusca diharapkan menjadi titik awal lahirnya kreativitas dan gagasan segar dari generasi muda sekaligus memperkokoh fondasi literasi di Kota Kediri.(*)











