ADAKITANEWS, Kediri – Memasuki tahun pertama periode kedua kepemimpinannya, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mulai merealisasikan secara bertahap 17 program prioritas yang telah dicanangkan. Sebagian besar program tersebut tercatat sudah berjalan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Salah satu capaian nyata adalah program ketersediaan pupuk untuk menjamin kebutuhan petani. Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mencatatkan prestasi signifikan dengan tercapainya Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,72 persen pada tahun 2025. Capaian ini memungkinkan warga kurang mampu mengakses layanan kesehatan secara gratis.
Fasilitas kesehatan juga terus diperluas dengan penambahan puskesmas rawat inap. Hingga akhir 2025, Pemkab Kediri telah menambah enam unit puskesmas rawat inap, sehingga total kini tersedia 13 unit di berbagai wilayah. Terkait rencana pembangunan rumah sakit di kawasan Aerotropolis, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini menjelaskan bahwa pemerintah daerah memilih strategi kerja sama dengan pihak swasta.
“Langkah yang kami ambil adalah menjalin komunikasi dengan tiga rumah sakit swasta untuk kolaborasi pengembangan fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Pada bidang pendidikan dan keagamaan, Pemkab Kediri telah menyalurkan insentif bagi sekitar 17 ribu guru, tenaga kependidikan, serta guru mengaji. Khusus untuk penerima bisyaroh guru mengaji dan guru agama, jumlahnya mencapai 9.500 orang pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 12.000 orang pada 2026. Selain itu, dialokasikan anggaran Beasiswa Kediri Berbudaya sebesar Rp30 miliar per tahun serta bantuan stimulus untuk pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.
Program unggulan lainnya mencakup insentif kader posyandu dan KB, peningkatan tunjangan RT/RW, layanan pengaduan Halo MasBup 2.0, serta percepatan administrasi kependudukan melalui inovasi Gercep Sahaja.
Di sektor ekonomi, Pemkab Kediri menargetkan penciptaan 30.000 lapangan pekerjaan baru. Pada 2025, tercatat lebih dari 6.000 lapangan kerja telah tercipta. Sementara itu, revitalisasi pasar tradisional tetap berlanjut setelah suksesnya perbaikan Pasar Wates dan Pasar Ngadiluwih.
Sektor pariwisata pun tidak luput dari perhatian dengan dibukanya kembali wisata Ubalan pada akhir 2025. Fokus selanjutnya pada 2026 adalah penyelesaian akses jalan menuju kawah Gunung Kelud dengan peningkatan standar keselamatan. Terkait infrastruktur jalan desa, Mas Dhito memastikan skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tetap disiapkan secara bertahap sesuai kondisi fiskal daerah.
Mas Dhito menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program strategis ini demi peningkatan pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri secara berkelanjutan.(*)











