ADAKITANEWS, Kediri – Sebanyak 1.475 atlet yang terbagi dalam 48 kontingen bersaing dalam kejuaraan Jatim Martial Arts Championship 2026 Piala KONI Pusat di GOR Jayabaya, Kota Kediri, pada 24–25 Oktober 2026. Ajang olahraga bela diri ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada Sabtu (24/10/2026) guna mendukung pembinaan atlet serta memacu capaian prestasi.
“Selamat datang di Kota Kediri kepada seluruh atlet dan pendamping. Semoga senang dan nyaman selama berada di Kota Kediri. Terima kasih dan apresiasi juga saya sampaikan kepada FORKI Jawa Timur, KONI, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan pada hari ini,” ujarnya.
Vinanda berharap kompetisi ini mampu memberikan pengalaman yang bernilai bagi para peserta. Pihaknya merasa bangga lantaran Kota Kediri kian dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelbagai kejuaraan olahraga, baik di level regional Jawa Timur maupun skala nasional.
Pelaksanaan kejuaraan ini selaras dengan arah program Kediri City Tourism (D’CITO). Lewat konsep sport tourism tersebut, jajaran atlet beserta tim pendamping diimbau tidak sekadar bertanding, tetapi juga mengeksplorasi ragam destinasi wisata dan kekayaan kuliner daerah.
“Jadi kalau ada waktu setelah bertanding, Bapak, Ibu, dan adik-adik bisa menikmati kuliner yang ada di Kota Kediri, mengunjungi tempat-tempat menarik, dan jangan lupa membawa oleh-oleh khas Kota Kediri,” ungkapnya.
Vinanda meyakini para peserta telah menjalani persiapan matang untuk tampil di arena. Ia berpesan agar seluruh atlet mengerahkan performa maksimal, bertanding secara percaya diri, serta senantiasa menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, cabang olahraga karate tidak hanya menggembleng fisik dan kekuatan, melainkan menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, serta rasa hormat terhadap sesama. Setiap laga diharapkan memberi pembelajaran positif bagi perkembangan karakter atlet.
“Saya berharap dari pertandingan ini nantinya bisa lahir atlet-atlet berprestasi, khususnya dari Kota Kediri, yang nantinya mampu bersaing baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional. Semoga kejuaraan ini juga menjadi awal dari persahabatan baru para atlet,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua FORKI Kota Kediri Rony Yusianto menilai grafik perkembangan olahraga karate di Kota Kediri menunjukkan tren positif. Hal itu dibuktikan dari pencapaian medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebelumnya, di mana kontingen karate Kota Kediri sukses menyabet satu medali emas dari target awal satu medali perunggu.
“Kita harap bisa lebih berprestasi di event-event mendatang. Geliat karate di Kediri ada terus peningkatan,” jelasnya.
Rony menambahkan, olahraga karate mengandung ajaran etika yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut tecermin pada prinsip lima sumpah karate, yakni memelihara kepribadian, mematuhi kejujuran, mempertinggi prestasi, menjaga sopan santun, dan menguasai diri.
“Dari lima hal itu saya rasa tidak ada satupun yang tidak ada dalam nilai kehidupan. Meskipun tidak berkarate namun kejujuran ini bagian dari hidup. Karate ini pelajaran sepanjang hayat,” imbuhnya.(*)











