ADAKITANEWS, Kediri – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin secara resmi membuka Sanyuri Open Chess Tournament Nasional 2026 bertajuk Sanyuri 53rd Anniversary Open Chess Tournament di Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri, Sabtu (10/10/2026). Competisi tersebut diikuti sebanyak 520 peserta yang hadir untuk mengasah kemampuan serta strategi dalam cabang olahraga catur.
Ajang ini diselenggarakan sebagai wadah bagi para pecatur dalam menguji kemampuan serta hasil latihan mereka. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung proses pembinaan atlet dan mendorong peningkatan prestasi olahraga catur.
Dalam sambutannya, Qowimuddin memberikan apresiasi atas tingginya antusiasme para peserta yang bersemangat untuk belajar, bertanding, dan merawat tali persaudaraan. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan ulang tahun ke-53 keluarga besar Sanyuri (Santi Paguyuban Kediri).
“Semoga semakin guyub, semakin bermanfaat, dan semakin banyak kegiatan baik yang lahir dari keluarga besar Sanyuri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa permainan catur tidak hanya berfokus pada penyusunan strategi, melainkan juga menanamkan berbagai nilai kehidupan. Nilai-nilai tersebut mencakup kebiasaan untuk berpikir sebelum mengambil langkah, kesabaran dalam menanti momentum, hingga kesiapan menerima dampak saat keputusan yang diambil kurang tepat.
Menurutnya, setiap tindakan—baik di atas papan catur maupun dalam kehidupan sehari-hari—perlu dipikirkan dengan cermat, dijalankan secara tenang, serta memiliki tujuan yang jelas.
Lebih lanjut, Qowimuddin menyoroti dampak positif catur terhadap perkembangan anak-anak dan generasi muda. Olahraga otak ini dinilai efektif melatih fokus, kedisiplinan, keberanian dalam menentukan keputusan, serta ketahanan mental saat berada di bawah tekanan.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung sosok Lindri Juni Wijayanti, atlet catur asal Kota Kediri yang telah berhasil meraih gelar Woman International Master (WIM). Sosoknya diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para pecatur muda agar terus mengasah potensi dan mencetak prestasi yang lebih tinggi.
“Kepada seluruh peserta saya berpesan, bermainlah sebaik-baiknya, tetapi tetap nikmati pertandingannya. Karena yang paling berharga dalam sebuah turnamen bukan hanya siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga pengalaman yang kita dapat, lawan baru yang kita kenal, dan persahabatan yang akan kita bawa pulang,” ungkapnya.
Menutup penyampaiannya, Qowimuddin mengutarakan rasa terima kasih kepada Sanyuri, PERCASI, KONI, UIN Syekh Wasil, jajaran wasit, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara. Ia berharap kejuaraan ini dapat berjalan lancar, senantiasa mengedepankan nilai sportivitas, serta sanggup melahirkan pecatur berbakat yang mampu membawa nama harum Kota Kediri di kancah yang lebih luas.(*)











