ADAKITANEWS, Kediri – Persik Kediri memanfaatkan masa jeda kompetisi untuk mengoptimalkan berbagai aspek skuad, di mana setelah pekan sebelumnya menitikberatkan porsi latihan fisik, tim pelatih kini mulai meningkatkan materi latihan taktikal sebagai bagian dari persiapan matang menghadapi Madura United.
Pelatih Persik Kediri Marcos Reina mengungkapkan bahwa program pembinaan tim sepanjang pekan ini mencakup kombinasi latihan fisik, penguatan taktik, serta sesi pemulihan kondisi fisik para pemain.
“Saat ini menjadi waktu untuk membenahi aspek taktis, berbeda dengan minggu lalu yang lebih fokus pada aspek fisik. Pekan ini mencakup latihan fisik maupun taktis, serta upaya pemulihan kondisi pemain,” ujar Marcos, Jumat (2/10/2026).
Juru taktik berkebangsaan Spanyol itu menjelaskan bahwa dua pekan terakhir memang dialokasikan sepenuhnya untuk pengembangan kualitas tim, sebelum nantinya fokus dialihkan secara spesifik untuk menghadapi Madura United.
“Pada pertandingan pertama (home) ada beberapa hal yang kami lakukan dengan baik. Kami mencoba untuk meningkatkannya dan membuatnya lebih baik. Kami gunakan pekan ini untuk meningkatkan diri, dan juga untuk menghadapi Madura United nanti,” tambahnya.
Dalam laga selanjutnya, Persik dijadwalkan menjamu Madura United di Stadion Brawijaya. Marcos berharap kehadiran dan dukungan penuh dari para suporter dapat kembali menjadi tambahan tenaga bagi anak asuhnya, seperti yang terlihat saat menjamu Dewa United pada laga kandang sebelumnya.
Kendati hasil akhir pertandingan terdahulu belum sesuai dengan ekspektasi, ia menilai secara keseluruhan performa permainan Macan Putih sudah menampilkan aksi yang impresif, sehingga ia bertekad menjadikan Stadion Brawijaya sebagai arena yang sulit ditaklukkan tim tamu.
“Kami ingin menjadikan Brawijaya seperti benteng, tempat yang sulit untuk ditaklukkan. Di mana tidak ada tim yang ingin bermain melawan kami di kandang,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan tribun Stadion Brawijaya dipadati oleh suporter pada pertandingan kandang berikutnya karena suntikan semangat dari penonton dinilai mampu memberikan energi ekstra bagi para penggawa di lapangan.
“Dan kami membutuhkan Brawijaya yang penuh. Mereka (suporter) membuat kami bermain dengan 12 pemain. Kami akan bermain dengan level performa yang lebih baik dan jika ini dilakukan bersama para suporter, kami akan menjadi tim yang sulit untuk ditaklukkan di Brawijaya,” tegasnya.(*)











