ADAKITANEWS, Kediri – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Wakaf Jamsaren, Kota Kediri, berlangsung semarak melalui tradisi Sebar Koin pada Senin malam (24/8/2026). Tradisi yang diyakini telah berlangsung sejak 1908 tersebut menjadi salah satu cara masyarakat setempat memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memakmurkan masjid.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan agenda khotmil Qur’an. Setelah pelaksanaan salat Magrib, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji serta lantunan selawat.
Puncak acara berlangsung setelah salat Isya. Pengurus takmir masjid beserta jamaah menebarkan uang koin dan lembaran uang kertas dari lantai atas masjid ke arah jamaah yang berada di area bawah.
Suasana berlangsung meriah ketika jamaah, terutama anak-anak, saling berebut menangkap uang yang ditebarkan. Anak-anak tampak antusias mengumpulkan koin dan uang kertas yang berhasil mereka dapatkan.
“Seru sekali, selalu ditunggu setiap tahun! Tadi dapat uang koin sama uang dua ribuan, lumayan buat beli jajan dan ditabung,” ujar salah satu anak dengan gembira.
Penasihat Kegiatan Masjid, H. Mahrus Mahali, menyampaikan bahwa antusiasme anak-anak merupakan bagian penting dari pelaksanaan tradisi ini. Menurutnya, agenda ini berfungsi sebagai sarana syiar untuk mengenalkan masjid sebagai ruang yang dekat dengan kehidupan sosial warga.
“Ini sarana syiar untuk mengajak masyarakat, utamanya anak-anak, senang memakmurkan masjid. Masjid tidak hanya tempat ibadah ritual, tetapi juga wadah pembinaan keimanan dan sosial yang menyenangkan,” kata Mahrus.
Salah satu jamaah yang ikut bersedekah, Esti, turut mengapresiasi keberlanjutan tradisi tersebut. Ia menganggap tradisi Sebar Koin sebagai momen berharga untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak.
“Alhamdulillah, senang sekali, dapat berpartisipasi dalam momen ini,” ujar Esti.
Dukungan terhadap pelestarian tradisi Sebar Koin juga diutarakan oleh Lurah Jamsaren, Tri Amin Prakoso. Ia menilai kegiatan ini tidak sekadar mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata budaya religi di Kelurahan Jamsaren.
“Kami mendukung penuh kelestarian tradisi ini. Selain memakmurkan masjid, kegiatan unik ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya religi di Kelurahan Jamsaren,” kata Tri Amin.(*)











