ADAKITANEWS, Kediri – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, menghadiri agenda Musyawarah Idaroh Syu’biyah (MUSDA) Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Kediri Raya. Forum silaturahmi dan pengambilan keputusan tertinggi tingkat kepengurusan cabang tersebut dipusatkan di Aula Kantor PCNU Kota Kediri pada Sabtu (27/6/2026).
Dalam pidato arahannya, pria yang akrab disapa Gus Qowim tersebut melayangkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan tatap muka dan silaturahmi luhur bersama para ulama, masyayikh, serta seluruh jajaran fungsionaris JATMAN. Menurut pandangannya, setiap momentum berkumpulnya para pewaris nabi dan pengabdi umat selalu memancarkan energi positif serta harapan baru bagi kemaslahatan masyarakat luas.
“Alhamdulillah, saya pribadi merasa bersyukur dapat bersilaturahmi dengan panjenengan semua dalam forum yang penuh keberkahan ini. Saya meyakini setiap pertemuan para ulama dan para pengabdi umat selalu membawa harapan baik, bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat yang akan merasakan manfaat dari setiap ikhtiar yang dilahirkan melalui musyawarah ini,” kata Gus Qowim.
Tokoh yang juga dikenal sebagai pengasuh pesantren ini memberikan penilaian bahwa tema yang diusung dalam MUSDA kali ini, yaitu “Memperkokoh Syiar Thariqah Mu’tabarah dalam Mengabdi pada Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah”, sangat kontekstual dan relevan dengan dinamika sosial modern. Di era gempuran digitalisasi dan percepatan zaman yang kian dinamis, publik dinilai tidak sekadar memburu kemudahan fasilitas duniawi, melainkan sangat mendambakan oase ketenteraman batin.
“Ketenteraman itu tidak lahir dari banyaknya yang kita miliki, melainkan dari hati yang selalu terhubung kepada Allah SWT. Karena itulah syiar thariqah memiliki makna yang sangat besar. Bukan hanya menjaga tradisi dzikir dan amaliyah, tetapi juga menjaga nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan kasih sayang yang selama ini menjadi kekuatan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujar Wakil Wali Kota Kediri tersebut menerangkan.
Gus Qowim meyakini, fondasi ajaran thariqah yang mengedepankan kesucian jiwa (tazkiyatun nafs) akan selalu abadi dan dibutuhkan oleh umat manusia lintas generasi. Oleh sebab itu, ia menaruh harapan besar agar JATMAN konsisten berdiri kokoh di garda terdepan sebagai pilar pembangun peradaban masyarakat yang damai, agamis, serta diselimuti keberkahan.
Menutup sambutannya, Gus Qowim mendoakan agar seluruh rangkaian sidang komisi dalam musyawarah dapat bergulir dengan tertib, lancar, serta mampu memformulasikan keputusan-keputusan strategis, terutama dalam meregenerasi nakhoda kepemimpinan JATMAN untuk masa bakti berikutnya.
“Hari ini panjenengan semua akan bermusyawarah menyusun langkah organisasi untuk beberapa tahun ke depan, sekaligus menetapkan amanah kepemimpinan melalui mekanisme yang telah menjadi tradisi JATMAN. Semoga Musyawarah Idaroh Syu’biyah hari ini berjalan dengan lancar, menghasilkan keputusan yang penuh keberkahan, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu melanjutkan khidmah kepada umat dengan penuh keikhlasan,” tutur Gus Qowim memungkasi kalimatnya.(*)











