ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus menaruh perhatian besar pada aspek penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) demi menjamin keselamatan dan keandalan operasional perkeretaapian. Komitmen nyata tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Diklat Refreshing ASP (Awak Sarana Perkeretaapian) Angkatan I Tahun 2026 yang diikuti oleh 20 awak Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) bertempat di Dipo Mekanik Daop 7 Madiun.
Guna menyajikan pembekalan yang komprehensif, pelatihan intensif ini menggandeng jajaran instruktur berkompeten dari tim KAI Corporate University, Kepala Operator KPJR Daop 7 Madiun Anggita, serta Safety Inspector Penugasan Daop 7 Madiun Gunarto yang bertindak langsung sebagai narasumber dan mentor praktik.
Rangkaian agenda ini dibuka secara resmi oleh Kepala Operator KPJR Daop 7 Madiun, Anggita. Dalam pidato sambutannya, ia menggarisbawahi bahwa penyegaran wawasan keilmuan, pematangan kecakapan teknis, serta ketegasan kedisiplinan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja (safety culture) merupakan fondasi utama yang tidak boleh ditawar demi menyokong ekosistem perkeretaapian yang selamat, andal, dan profesional.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menguraikan bahwa tingkat kapabilitas serta kemahiran para awak sarana perawatan jalan rel memegang peranan yang sangat vital dalam memelihara geometri dan kualitas prasarana jalur KA agar selalu laik operasi.
“Melalui diklat refreshing ini, KAI berharap seluruh awak KPJR senantiasa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran keselamatan yang terus diperbarui sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai standar operasional yang berlaku,” kata Tohari.
Di sepanjang pelaksanaan diklat, para peserta dijejali dengan pembekalan materi teoritis yang mencakup regulasi perkeretaapian mutakhir, prosedur emergensi, serta mitigasi risiko kerja. Sebelum melangkah pada materi inti, para awak KPJR wajib menyelesaikan ujian pemetaan kemampuan (pre-test) sebagai parameter evaluasi awal.
Bukan sekadar mandek pada pemahaman teori di dalam ruang kelas, para peserta juga langsung diterjunkan untuk melangsungkan simulasi dan praktik lapangan di area Dipo Mekanik Daop 7 Madiun guna mematangkan kemahiran operasional unit mesin perawatan jalan rel secara presisi.
Melalui program Diklat Refreshing ASP Angkatan I ini, manajemen KAI Daop 7 Madiun menaruh ekspektasi besar agar seluruh alumni pelatihan mampu mendongkrak indeks kepatuhan mereka terhadap prosedur operasi standar (SOP) serta mempertajam budaya keselamatan di lingkungan kerja harian. Langkah berkelanjutan ini dibidik mampu mengawal terwujudnya perjalanan kereta api yang selamat, aman, andal, sekaligus berkesinambungan bagi masyarakat luas.(*)











