ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api yang terjadi akibat insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta. Dampak insiden tersebut merembet hingga ke sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk rangkaian yang berangkat dan menuju wilayah Daop 7 Madiun.
Gangguan operasional tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta api dengan durasi yang cukup tinggi. Kondisi ini bahkan memaksa manajemen untuk melakukan pembatalan beberapa jadwal perjalanan guna menormalkan kembali sirkulasi operasional secara keseluruhan.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa pihaknya sangat memahami ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan dan terus berupaya melakukan percepatan penanganan di lintas terdampak.
“Kami memohon maaf atas kendala operasional yang terjadi di lintas Bekasi Timur. Saat ini petugas di lapangan terus berupaya melakukan percepatan normalisasi jalur sekaligus rekayasa pola operasi KA agar perjalanan dapat kembali sesuai jadwal,” ujar Tohari.
Berdasarkan pembaruan data pada Rabu (29/4/2026) pukul 06.30 WIB, sejumlah kereta api mengalami keterlambatan yang sangat signifikan. Beberapa di antaranya adalah KA Matarmaja relasi Pasar Senen–Malang yang terlambat 466 menit, KA Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang terlambat hingga 630 menit, serta KA Brantas relasi Pasar Senen–Blitar yang mengalami keterlambatan mencapai 657 menit atau hampir 11 jam.
Selain rangkaian tersebut, kereta api lain seperti KA Majapahit, KA Jayakarta, KA Gajayana, hingga KA Singasari juga tercatat mengalami keterlambatan hingga ratusan menit di berbagai lintas wilayah Daop 7 Madiun.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidaknyamanan tersebut, KAI memberikan kompensasi berupa service recovery kepada pelanggan yang terdampak. Layanan ini diberikan baik di stasiun maupun di atas kereta, berupa pemberian minuman hingga makanan berat yang jenisnya disesuaikan dengan durasi keterlambatan masing-masing perjalanan.
Selain pemberian kompensasi makanan, pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanan juga difasilitasi dengan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Proses pengembalian ini dapat dilakukan melalui loket-loket stasiun yang telah ditunjuk oleh perusahaan.
KAI menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dalam kondisi apa pun. Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan oleh pihak manajemen guna mencegah kejadian serupa terulang kembali serta sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas di masa depan.(*)











