ADAKITANEWS, Kediri – Dalam upaya membentengi masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan pengelolaan keuangan yang buruk, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkolaborasi dengan Yayasan Muda Jenitra Bakti (MJB) menggelar sosialisasi literasi keuangan di Gedung Bagawanta Bhari, Kabupaten Kediri, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan edukatif ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri.
Hadir sebagai narasumber kunci, jajaran anggota legislatif dari tingkat kabupaten hingga provinsi, serta pengurus Yayasan MJB.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, Anang Prakasa Mardjito, menekankan bahwa kemandirian ekonomi daerah sangat bergantung pada kesehatan finansial setiap rumah tangga. Ia mengingatkan pentingnya prinsip efisiensi dan kecermatan dalam mencatat setiap pengeluaran.
“Jadi prinsipnya bahwa setiap rumah tangga perlu literasi yang lebih baik lagi dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Karena akar dari setiap kegiatan sehari-hari kita adalah dimulai dari rumah tangga dulu,” ujarnya.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah tingginya angka masyarakat yang terjebak utang digital. Anang menjelaskan bahwa kemudahan akses sering kali membuat masyarakat lalai dalam mempelajari syarat dan ketentuan, seperti kesalahan mengeklik tautan di marketplace atau penggunaan fitur paylater untuk konsumsi yang tidak mendesak.
“Pinjol saking mudahnya, kita kadang-kadang meremehkan, tidak mempelajari klausul-klausulnya. Misal harus bayar 14 hari, setelah itu ternyata ada bunga yang kemudian memberatkan,” jelasnya.
Hal ini, lanjut Anang, berisiko pada kredit macet yang berakibat buruk pada riwayat individu di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan menyulitkan akses pembiayaan resmi perbankan di masa depan.
Ketua Yayasan MJB, Dian Rifki Rahmadana, mengapresiasi langkah BRI yang berperan aktif sebagai edukator sekaligus penyedia solusi modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor UMKM.
“BRI memberikan solusi bagi kita melalui program-program yang ada, seperti KUR untuk menambah modal bagi UMKM dan masih ada banyak program lagi dari BRI. Terima kasih BRI sudah mau berkolaborasi dengan Yayasan MJB,” tuturnya.
Sinergi ini diharapkan terus berlanjut guna menjangkau masyarakat di pelosok desa agar lebih bijak dalam memanfaatkan modal usaha.
Di tempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M Hadi Setiawan, menambahkan bahwa pengelolaan keuangan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.
Sosok yang akrab disapa Cak Hadi ini menilai bahwa anak yang terbiasa mengelola keuangan sejak kecil cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.
“Dan edukasi soal literasi keuangan itu harus dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga, keluarga,” kata Cak Hadi.
Fondasi yang ditanamkan sejak dini, lanjutnya, diharapkan mampu membentengi generasi mendatang agar tidak besar pasak daripada tiang.
Menutup paparannya, Cak Hadi mengingatkan peran vital orang tua dalam membimbing generasi muda mengenai nilai uang dan manajemen finansial.
“Dan orang tua harus mampu mengedukasi anak cucu mereka mengenai nilai uang agar dapat mengatur finansial dengan cerdas di masa depan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Kediri memiliki pemahaman yang kuat sehingga mampu mengelola pendapatan secara bijak dan terhindar dari risiko kerugian finansial jangka panjang.(*)











