adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Nasional

Luncurkan Buku “Panggil Saya Tommy” di HPN 2026, Suryopratomo Bagikan Kisah Diplomasi di Singapura

RedaksibyRedaksi
8 Februari 2026
Luncurkan Buku “Panggil Saya Tommy” di HPN 2026, Suryopratomo Bagikan Kisah Diplomasi di Singapura

Baca Juga

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Bupati Warsubi Hadiri PWI Jombang Award 2026, Tekankan Pentingnya Integritas Pers di Era Digital

Ketua Umum LDII KH Chriswanto Santoso: Pers Harus Suarakan Nurani Rakyat, Bukan Jadi Alat Propaganda

ADAKITANEWS, Serang – Semarak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang menjadi momentum istimewa dengan diluncurkannya buku berjudul “Panggil Saya Tommy”. Karya ini merupakan buah pikir dari Suryopratomo, seorang wartawan senior yang juga pernah mengemban amanah sebagai Duta Besar RI untuk Singapura.

Buku tersebut diperkenalkan secara resmi dalam rangkaian bedah buku di Ballroom Hotel Aston, Minggu (8/2/2026). Karya ini menjadi bagian dari tujuh judul buku yang dirilis menjelang puncak perayaan HPN tahun ini. Di dalamnya, pria yang akrab disapa Tommy ini menuangkan catatan perjalanan diplomatiknya selama lebih dari lima tahun di negeri singa, termasuk perjuangannya menghadapi masa sulit pandemi COVID-19.

Pemilihan judul “Panggil Saya Tommy” sendiri menyimpan filosofi mendalam mengenai gaya komunikasinya selama bertugas. Ia mengedepankan pendekatan personal yang hangat untuk membangun relasi antarnegara.

“Di Singapura, saya lebih sering dipanggil Tommy. Itu mencerminkan pendekatan yang cair dan setara, dan dari situlah judul buku ini muncul,” ungkap sosok yang pernah malang melintang di Kompas dan Metro TV tersebut.

Bagi Suryopratomo, menulis buku ini adalah bentuk transparansi dan pertanggungjawaban publik atas mandat yang ia terima dari negara. Ia ingin masyarakat mengetahui dinamika di balik layar tugas seorang diplomat saat krisis global melanda.

“Saya berangkat di masa pandemi, situasinya tidak mudah. Buku ini menjadi catatan bagaimana tanggung jawab itu dijalankan,” tuturnya.

Meski telah berpindah peran dari ruang redaksi ke kancah internasional, naluri jurnalistik Suryopratomo terbukti tidak pernah pudar. Baginya, menulis adalah instrumen penting untuk menjaga ketajaman berpikir dan merumuskan langkah strategis.

“Menulis membantu saya berpikir terstruktur dan strategis. Selama menjadi duta besar, saya tetap menulis secara rutin. Kalau berhenti, ritmenya akan hilang,” tegasnya.

Selain mengulas isi buku, ia juga memberikan pesan bagi insan pers di tanah air. Di tengah gempuran arus informasi yang tak terbendung, ia mengingatkan para jurnalis untuk tetap berpegang teguh pada kualitas karya. Menurutnya, mutu dan integritas adalah tameng utama bagi pers untuk tetap bertahan dan dipercaya publik.

Kehadiran buku “Panggil Saya Tommy” ini seolah menjadi bukti bahwa profesi wartawan memberikan bekal kematangan yang luar biasa dalam berbagai bidang pengabdian. Namun di atas semua itu, komitmen untuk terus menulis dan mendokumentasikan sejarah bangsa adalah tanggung jawab yang akan selalu melekat pada diri seorang jurnalis.(*)

Tags: Berita SerangBuku JurnalistikCatatan DiplomasiDiplomasi IndonesiaDuta Besar SingapuraHari Pers NasionalHPN 2026Literasi PersPanggil Saya TommySuryopratomoWartawan Senior

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Bertahun-tahun Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Desa Petungroto Kediri Akhirnya Mulai Diaspal

Bertahun-tahun Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Desa Petungroto Kediri Akhirnya Mulai Diaspal

14 September 2026
Atribut Seragam Pramuka Abdul Mu’ti Jadi Sorotan Warganet Usai Terima Lencana Darma Bakti

Atribut Seragam Pramuka Abdul Mu’ti Jadi Sorotan Warganet Usai Terima Lencana Darma Bakti

9 September 2026
Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf Atas Keterlambatan Kereta Dampak Gempa Yogyakarta

KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf Atas Keterlambatan Kereta Dampak Gempa Yogyakarta

12 September 2026
KAI Beri Diskon Tiket Hingga 30 Persen Semarakkan Madiun Running Fest 2026

KAI Beri Diskon Tiket Hingga 30 Persen Semarakkan Madiun Running Fest 2026

11 September 2026

Untuk Anda

KP-RI Sejahtera Jombang Catat Kinerja Positif, Pendapatan Naik 8,25 Persen pada RAT 2025
Ekonomi

KP-RI Sejahtera Jombang Catat Kinerja Positif, Pendapatan Naik 8,25 Persen pada RAT 2025

28 Januari 2026
Halal Bihalal PGRI Kota Kediri, Gus Qowim: Guru Adalah Ujung Tombak Pencetak Generasi Bangsa
Nasional

Halal Bihalal PGRI Kota Kediri, Gus Qowim: Guru Adalah Ujung Tombak Pencetak Generasi Bangsa

9 April 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026