ADAKITANEWS, Kediri – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus mematangkan persiapan dalam menyambut masa Angkutan Lebaran 2026. Tidak hanya fokus pada kesiapan sarana dan prasarana, KAI Daop 7 juga memperkuat kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penyelenggaraan Diklat Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Manual Tingkat Muda dengan Penggerak Non Listrik Angkatan I Tahun 2026.
Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh awak sarana memiliki kesiapan mental, teknis, dan profesionalisme yang optimal menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Lebaran. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama yang harus didukung oleh SDM yang kompeten.
“Tujuan utama dari Diklat Refreshing ASP ini adalah meningkatkan kompetensi, pemahaman, serta kesiapsiagaan awak sarana dalam menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan. Keselamatan perjalanan kereta api adalah yang utama, dan itu dimulai dari SDM yang kompeten,” ujar Tohari.
Selama tiga hari pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif dari instruktur berpengalaman. Materi yang disampaikan mencakup aspek keselamatan, regulasi operasional, hingga teknik penanganan gangguan di lintas.
Pada sesi Safety Refreshing, peserta menerima pemaparan dari Tim Safety Inspector terkait penguatan budaya keselamatan kerja serta mitigasi risiko. Selain itu, awak sarana juga mendapatkan pendalaman Peraturan Dinas (PD) yang mengatur tugas, tanggung jawab, dan wewenang dalam operasional perjalanan kereta api.
Tidak hanya teori, peserta juga dibekali materi teknis mengenai penanganan gangguan operasional, khususnya pada lokomotif jenis CC 201, CC 203, dan CC 204. Materi ini dinilai penting mengingat jenis lokomotif tersebut masih banyak digunakan dalam layanan angkutan penumpang dan barang.
Sebagai penutup rangkaian diklat, KAI Daop 7 Madiun menyelenggarakan simulasi langsung penanganan gangguan operasional pada lokomotif. Simulasi ini dirancang untuk melatih ketepatan, kecepatan, dan ketenangan awak sarana dalam menghadapi kondisi darurat di lintas.
Melalui latihan tersebut, awak kereta api diharapkan mampu menerapkan pedoman kerja secara tepat saat menghadapi situasi tidak normal, sehingga potensi gangguan perjalanan dapat diminimalisir.
Tohari menambahkan, pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya pada masa angkutan Lebaran yang identik dengan lonjakan penumpang.
“Kami ingin masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api pada masa Lebaran nanti merasa aman dan nyaman. Daop 7 Madiun senantiasa berkomitmen menyediakan layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu,” pungkasnya.
Dengan penguatan kompetensi SDM melalui diklat ini, KAI Daop 7 Madiun optimistis mampu menghadirkan layanan angkutan Lebaran 2026 yang selamat, andal, dan profesional bagi seluruh pengguna jasa kereta api.(*)










