• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Peristiwa
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Peristiwa
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result

Gaya Hidup > Kesehatan >

Ponpes Wali Barokah Kediri Jadi Studi Kasus Program Pesantren Sehat Jawa Timur

RedaksibyRedaksi
16 Desember 2025
Ponpes Wali Barokah Kediri Jadi Studi Kasus Program Pesantren Sehat Jawa Timur

Baca Juga

Bupati Jombang Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045

PWI Pusat Matangkan Persiapan Puncak Hari Pers Nasional 2026 di Serang

BPS Kota Kediri Catat Deflasi 0,37 Persen pada Januari 2026, Harga Pangan Jadi Penopang Utama

ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat peran pondok pesantren dalam pembangunan sektor kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan pemetaan program kesehatan pondok pesantren melalui riset bertajuk Ponpes Sehat Berdaya, Senin (14/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri ditetapkan sebagai salah satu lokasi studi kasus.

Penetapan Ponpes Wali Barokah Kediri didasarkan pada penilaian awal yang menunjukkan tata kelola kesehatan pesantren tergolong baik serta adanya komitmen kuat dalam penerapan lingkungan bersih dan sehat. Studi ini diharapkan mampu memberikan gambaran konkret praktik pengelolaan kesehatan pesantren yang dapat dijadikan contoh dan direplikasi oleh pesantren lain di Jawa Timur.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Yoto, menjelaskan bahwa pemetaan ini bertujuan memperdalam sekaligus memperkuat peran strategis pesantren dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Langkah tersebut, menurutnya, sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk memfasilitasi pondok pesantren, termasuk dalam sektor kesehatan.

“Jawa Timur telah memiliki inovasi Kolaborasi Inisiasi Pesantren Sehat. Melalui riset ini, kami ingin mengembangkan peran pesantren agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mitra dan penggerak pembangunan kesehatan bersama pemerintah dan masyarakat,” ujar Yoto.

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama BRIN, Dr. Agung Dwi Laksono, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa riset Ponpes Sehat Berdaya difokuskan pada pemetaan kondisi kesehatan pondok pesantren secara komprehensif. Aspek yang menjadi perhatian meliputi sanitasi, kondisi bangunan, serta ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan dan kesehatan pesantren.

“Kami melakukan pemetaan pondok pesantren di Jawa Timur dengan mengobservasi sanitasi, bangunan, serta sarana prasarana lingkungan dan kesehatannya. Di Kediri sudah ada tiga pondok pesantren yang menjadi lokasi kajian, termasuk Ponpes Wali Barokah. Dari hasil awal, pondok-pondok ini tergolong baik,” jelas Agung.

Ia menambahkan, keberadaan pesantren tidak hanya berdampak pada kesehatan internal warganya, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Karena itu, pesantren diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan kesehatan berbasis komunitas.

Dari sisi pengelola, Pimpinan Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, KH Sunarto, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Dinkes Jatim dan BRIN. Menurutnya, konsep pesantren sehat sejalan dengan nilai pendidikan karakter dan pembiasaan hidup bersih yang selama ini diterapkan di lingkungan pesantren.

“Kami berkomitmen membangun pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga sehat secara lingkungan dan perilaku. Kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah santri, guru, dan seluruh warga pondok,” tutur KH Sunarto.

Ia berharap hasil riset ini dapat menjadi masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas sarana kesehatan pesantren sekaligus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat. Lebih jauh, pesantren diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Pada tahap awal riset Ponpes Sehat Berdaya, Dinkes Jatim dan BRIN melibatkan sekitar lima pondok pesantren dengan karakteristik beragam, mulai dari pesantren berskala kecil hingga besar. Selain Kediri, lokasi kajian juga mencakup Bondowoso dan Ponorogo. Hasil riset ini ditargetkan terdokumentasi sebagai praktik baik (best practice) dan menjadi rujukan pengembangan pesantren sehat di Jawa Timur.(*)

Tags: BondowosoBRINDinas Kesehatan Jawa TimurDr Agung Dwi LaksonoJawa TimurKediriKesehatan PesantrenKH SunartoKota KediriMuhammad YotoPemerintah Jawa TimurPesantren BerdayaPesantren Jawa TimurPesantren SehatPondok PesantrenPonorogoPonpes Sehat BerdayaPonpes Wali Barokah KediriProgram KesehatanSanitasi Pesantren

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

DPD Golkar Kabupaten Kediri Jenguk AR, Anak 10 Tahun Penderita Lepra di Gampengrejo

DPD Golkar Kabupaten Kediri Jenguk AR, Anak 10 Tahun Penderita Lepra di Gampengrejo

17 Januari 2026
Musda VI LDII Trenggalek Sinkronkan Visi Organisasi dengan Program “Kota Atraktif”

Musda VI LDII Trenggalek Sinkronkan Visi Organisasi dengan Program “Kota Atraktif”

28 Januari 2026
Observasi di PLK Unair Ungkap Peran Krusial Apoteker sebagai Garda Terakhir Keamanan Obat

Observasi di PLK Unair Ungkap Peran Krusial Apoteker sebagai Garda Terakhir Keamanan Obat

8 Desember 2025
Awali Kerja 2026, Bupati Warsubi Tekankan Disiplin ASN dan Dorong Pelayanan Publik Lebih Berkualitas

Awali Kerja 2026, Bupati Warsubi Tekankan Disiplin ASN dan Dorong Pelayanan Publik Lebih Berkualitas

2 Januari 2026
1.235 Atlet Pelajar Ramaikan Jombang Pencak Silat Championship II Piala Bupati 2026

1.235 Atlet Pelajar Ramaikan Jombang Pencak Silat Championship II Piala Bupati 2026

16 Januari 2026

Untuk Anda

TMMD ke-127 Dimulai, Pemkab Kediri dan Kodim 0809 Percepat Pembangunan Akses Desa Gadungan
Nasional

TMMD ke-127 Dimulai, Pemkab Kediri dan Kodim 0809 Percepat Pembangunan Akses Desa Gadungan

18 Januari 2026
Wali Kota Kediri Resmikan Koperasi Merah Putih Ngadirejo sebagai Percontohan Ekonomi Lokal
Ekonomi

Wali Kota Kediri Resmikan Koperasi Merah Putih Ngadirejo sebagai Percontohan Ekonomi Lokal

12 Desember 2025

adakita.news

PT. Adakita Citra Rahayu - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Peristiwa
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Citra Rahayu - ©2026