ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan pentingnya peran keteladanan tenaga pendidik serta perwujudan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan. Imbauan tersebut disampaikan saat memimpin arahan dalam agenda doa bersama peringatan HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional di SMPN 2 Kota Kediri, Jumat (23/10/2026).
Vinanda yang juga menjabat sebagai Ibunda Guru Kota Kediri menyampaikan bahwa tugas guru tidak sebatas mentransfer pengetahuan, melainkan juga menanamkan pondasi karakter pada peserta didik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta keberagaman karakter anak, prinsip kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan saling menghargai harus terus ditanamkan melalui bimbingan serta keteladanan nyata.
Mengusung tema “Solidaritas Guru Berkualitas Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”, Vinanda mendorong para guru untuk terus mempererat solidaritas antar sesama pendidik melalui ruang berbagi pengalaman, saling mendukung, dan terbuka terhadap gagasan baru.
“Saya juga memahami bahwa di tengah tugas mendidik, Bapak dan Ibu Guru masih memiliki berbagai tanggung jawab lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kediri juga ingin terus mendengarkan masukan dan kebutuhan para guru agar kita bisa bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin baik,” jelasnya.
Ia turut memberi perhatian khusus pada upaya pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, baik yang melibatkan antarsiswa maupun tenaga pendidik. Menurutnya, institusi pendidikan harus menjamin keamanan murid agar proses belajar dapat berlangsung tanpa diwarnai kecemasan atau trauma yang berisiko mengganggu masa depan anak.
“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Mari kita ciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, jauh dari kekerasan. Jangan sampai tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar dan tumbuh kembang anak justru menimbulkan trauma yang berdampak pada masa depan mereka,” tegasnya.
Wali Kota Kediri menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian dan ketulusan para guru dalam mendidik generasi muda. Ia berharap semangat pengabdian tersebut senantiasa terjaga demi melahirkan sumber daya manusia di Kota Kediri yang unggul, berprestasi, dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa.
Adapun pelaksanaan doa bersama tersebut diselenggarakan secara serentak di beberapa tempat berdasarkan keagamaan masing-masing. Pemeluk agama Islam memusatkan kegiatan di SMPN 2 Kota Kediri, pemeluk Kristen di SMP Swasta Petra, pemeluk Katolik di SMAK Agustinus, serta pemeluk Hindu di SMPN 4 Kota Kediri.(*)











