ADAKITANEWS, Kediri – Sebanyak 1.306 atlet dari berbagai daerah berlaga dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Wali Kota Kediri di GOR Jayabaya, Kota Kediri, pada 15–18 Oktober 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun karakter melalui olahraga martabat wushu.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara resmi membuka kompetisi tersebut pada Jumat (16/10/2026). Para peserta tercatat datang dari berbagai wilayah luar daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bali, serta perwakilan dari 29 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni taolu (seni) dan sanda (tarung).
Dalam sambutannya, Vinanda menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Kota Kediri sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan tingkat regional dan nasional tersebut. Ia mendorong para atlet muda agar terus meningkatkan motivasi belajar dan mengejar prestasi setinggi-tingginya.
“Melalui wushu, kita belajar kedisiplinan, ketekunan, pengendalian diri, dan keberanian. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter,” tutur Vinanda.
Vinanda menekankan bahwa ajang ini tidak semata-mata berfokus pada pencapaian medali, melainkan sebagai bagian penting dari proses pembinaan karakter jangka panjang. Ia berharap para atlet dapat melangkah hingga jenjang kompetisi internasional mengikuti jejak para seniornya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Jawa Timur Ali Affandi mengapresiasi dukungan Pemkot Kediri atas terselenggaranya ajang pembinaan atlet daerah ini. Ali mengungkapkan bahwa wushu Jawa Timur telah membuktikan deretan prestasi di ajang PON, SEA Games, hingga kejuaraan tingkat dunia di Brasil.
Menurut Ali, kejuaraan ini menjadi momentum strategis dalam menyiapkan regenerasi atlet menyongsong agenda olahraga mendatang.
“Kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas atlet sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi Porprov tahun depan dan seleksi menuju PON untuk kembali mewakili Jawa Timur,” ujar Ali.
Ali turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pelatih, ofisial, dan orang tua atas dukungan berkelanjutan yang dinilai menjadi kunci utama perkembangan dan pencapaian para atlet wushu.(*)











