ADAKITANEWS, Kediri – Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Goes to School hadir menyapa para siswa SDN Ngronggo 4, Kota Kediri, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai manfaat penting dari konsumsi ikan sejak usia dini serta mengajak para siswa menikmati beragam produk olahan ikan bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Acara yang berlangsung di sekolah tersebut berjalan dengan sangat meriah dan interaktif. Di hadapan ratusan siswa, Vinanda membuka kegiatan dengan mengajukan pertanyaan ringan, “Sudah sarapan apa hari ini?” Pertanyaan tersebut langsung dijawab secara serempak oleh para siswa dengan antusias bahwa mereka telah sarapan dengan menu ikan.
Suasana semakin semarak saat interaksi dilanjutkan dengan sesi kuis berhadiah seputar dunia perikanan. Para siswa tampak berlomba-lomba mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan demi mendapatkan hadiah langsung dari Wali Kota Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda mengajak para siswa untuk mengenali berbagai kandungan nutrisi penting yang terdapat pada ikan, mulai dari vitamin, protein tinggi, hingga kandungan asam lemak omega-3. Para siswa juga diajak aktif menyebutkan apa saja manfaat mengonsumsi ikan bagi kesehatan tubuh.
“Kalau sering makan ikan, pastinya membantu tumbuh kembang anak-anak, meningkatkan konsentrasi dan fokus sehingga anak-anak menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas,” ujar Vinanda.
Menurutnya, kebiasaan baik mengonsumsi ikan harus mulai dibangun sejak usia dini dengan dukungan penuh dari lingkungan keluarga. Upaya ini dinilai sangat penting mengingat tingkat konsumsi ikan di kalangan masyarakat Kota Kediri masih perlu terus didorong peningkatannya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, angka konsumsi ikan di Kota Kediri saat ini berada pada kisaran 13,51 kilogram per kapita per tahun, atau setara dengan sekitar 38 gram per kapita per hari.
Vinanda menilai bahwa peningkatan angka konsumsi ikan tidak bisa hanya ditempuh lewat imbauan semata. Diperlukan pula kreativitas dan inovasi dalam mengolah serta menyajikan menu ikan agar lebih menarik dan menggugah selera, khususnya bagi anak-anak yang sering kali pemilih dalam hal makanan.
“Bukan berarti sekali kita tawarkan anak-anak tidak mau, berarti anaknya tidak suka ikan. Kita perlu membuat inovasi, kira-kira ikannya bisa diolah menjadi apa agar anak-anak tertarik. Bisa menjadi nugget, bakso, dan berbagai macam masakan lainnya,” jelasnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan edukatif tersebut, para siswa menerima pembagian paket makanan bergizi berbahan dasar olahan ikan. Paket produk lokal tersebut berisi aneka makanan sehat seperti abon ikan lele, abon ikan patin, abon ikan tuna, bakso ikan lele, hingga keripik kulit ikan patin.(*)











