ADAKITANEWS, Kediri – Kisah sarat makna tentang perjuangan, cinta, dan dinamika kehidupan pesantren dihadirkan melalui karya layar lebar berjudul film Ibadah dan Cinta. Sinema ini memadukan latar modern Kota Melbourne, Australia, dengan atmosfer khas pondok pesantren serta kehidupan religius masyarakat di Indonesia.
Perpaduan latar belakang tersebut menjadi refleksi atas perjalanan batin yang dialami oleh para tokoh utamanya. Wakil Wali Kota Kediri Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha Hadiri Special Screening Film Ibadah dan Cinta, Nilai Film Jadi Media Dakwah yang Efektif hadir secara khusus untuk menyaksikan pemutaran perdana atau special screening film Ibadah dan Cinta di CGV, Minggu (20/9/2026). Kehadirannya menjadi wujud apresiasi pemerintah terhadap karya perfilman nasional yang mengangkat nilai-nilai keagamaan dan dunia pesantren.
“Selamat datang di Kota Kediri kepada seluruh pihak dari film Ibadah dan Cinta. Spesial screening ini sangat tepat di Kota Kediri karena di sini sangat banyak pondok pesantren. Jadi, film ini sangat menarik bagi masyarakat Kota Kediri,” ujarnya.
Gus Qowim turut mengajak masyarakat luas untuk menyaksikan film tersebut yang dijadwalkan mulai tayang secara serentak di bioskop pada 24 September 2026. Menurutnya, alur cerita yang disajikan membawa pesan moral yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Ia berharap produksi film bernuansa religi dapat terus berlanjut di masa mendatang. Bagi Gus Qowim, sinema tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan semata, melainkan wadah strategis untuk menyampaikan pesan moral dan syiar kepada masyarakat.
“Saat ini metode dakwah yang tepat salah satunya berbentuk seperti film. Ini akan lebih bisa dan cepat diterima oleh masyarakat,” pungkasnya.(*)











