ADAKITANEWS, Kediri – Kota Kediri kembali menjadi tuan rumah pertemuan para atlet melalui ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Finswimming Wali Kota Cup II 2026. Selain menjadi arena pembuktian prestasi olahraga, kejuaraan ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan potensi sport tourism di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati hadir langsung menyaksikan persaingan sengit para perenang di Kolam Renang Tirtoyoso, Minggu (20/9/2026). Kehadirannya menjadi wujud dukungan nyata Pemerintah Kota Kediri terhadap pembinaan atlet sekaligus promosi pariwisata berbasis olahraga.
Kejurprov Finswimming Wali Kota Cup II 2026 kali ini diikuti oleh 670 peserta yang berasal dari 25 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Tentunya ini suatu kebanggaan bagi kami karena sudah dua tahun berturut-turut ditunjuk sebagai tuan rumah. Harapannya ajang ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk menjadi atlet berprestasi. Nanti di tahun 2027 ada Porprov dan di tahun 2029 dimungkinkan Kota Kediri jadi tuan rumahnya. Jadi targetnya olahraga finswimming ini bisa jadi prioritas,” ujarnya.
Vinanda berpesan agar seluruh peserta terus terpacu untuk mengasah kemampuan. Menurutnya, hasil berupa kemenangan maupun kekalahan merupakan dinamika biasa dalam kompetisi, tetapi keberanian tampil dan memberikan performa maksimal adalah hal yang paling utama.
Kepada para peraih juara, Vinanda mengingatkan agar tidak cepat merasa puas dan tetap bersiap menghadapi ajang selanjutnya. Sementara bagi atlet yang belum menang, ia meminta mereka tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman ini sebagai cambuk semangat untuk berlatih lebih keras.
“Saya juga berpesan agar anak-anak menjaga kesehatannya. Jangan sampai terlalu fokus meraih prestasi hingga lupa menjaga kesehatan. Kalian harus bisa seimbang antara mengejar prestasi dan menjaga kesehatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Vinanda menjelaskan bahwa cabang olahraga finswimming membutuhkan kedisiplinan, ketahanan fisik, serta penguasaan teknik yang mumpuni. Kunci utama untuk menjadi atlet berprestasi adalah konsistensi, semangat pantang menyerah, dan tekad untuk terus mengevaluasi diri. Ia juga meminta para atlet selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas, menghormati lawan, serta mematuhi keputusan wasit.
“Saya lihat para peserta tadi antusiasmenya luar biasa. Bahkan mereka sudah berlatih sejak kecil. Harapannya ini bisa menjadi motivasi untuk berlatih sejak dini dan berprestasi hingga tingkat internasional,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko menyampaikan bahwa Kejurprov Finswimming ini merupakan bagian dari agenda strategis KONI dalam memperkuat sektor sport tourism. Sebelumnya, Kota Kediri telah sukses menggelar turnamen futsal dan bersiap menyelenggarakan kejuaraan wushu tingkat nasional serta ajang barongsai se-Jawa-Bali.
Eko menilai Kota Kediri menyimpan potensi atlet yang sangat besar. Hal itu dibuktikan dengan raihan peringkat keempat pada gelaran Porprov sebelumnya, meskipun bertanding dengan jumlah kontingen yang terbatas.
“Kalau nanti Porprov 2029 di Kota Kediri kita mulai dari sekarang menyiapkan venue dan atlet. Sarpras ini harus diperhatikan meskipun biasa saja, namun atlet-atlet Kota Kediri semangatnya luar biasa. Kota Kediri ini tidak banyak tempat wisata, maka bisa digenjot melalui sport tourism,” imbuhnya.(*)











