ADAKITANEWS, Kediri – Pendidikan bagi anak tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan semata. Keteladanan, pendampingan, dan doa juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi generasi penerus.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Santunan Anak Yatim di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Kediri, pada Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Guru kepada Sekolah dan Dinas Pendidikan dalam Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak” tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendidik dan mendampingi generasi penerus di Kota Kediri.
Gus Qowim mengatakan bahwa pendidikan anak membutuhkan proses yang melibatkan ikhtiar, pendampingan, keteladanan, dan doa. Ia menilai potensi setiap anak perlu dikenali sejak dini sehingga dapat diarahkan dan dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing.
Dalam hal tersebut, ia mengajak para pendidik meneladani pola pendidikan atau tarbiyah yang dilakukan Rasulullah SAW melalui penyampaian ilmu, pemberian contoh, dan doa.
“Dalam mendidik anak, kita bisa meneladani tarbiyah yang dilakukan Rasulullah SAW. Ada tiga hal yang bisa kita lakukan, yaitu tarbiyah bil kalam, tarbiyah bil hal, dan tarbiyah biddua. Pertama, ilmu harus disampaikan dengan seluas-luasnya dan dengan metode yang mudah diterima anak. Kedua, guru harus menjadi suri teladan melalui ucapan, sikap, perilaku, pikiran, dan hati yang baik. Ketiga, mendidik anak dengan cara mendoakan. Saya terus mendorong agar proses belajar mengajar di Kota Kediri itu dimulai dengan doa,” ujarnya.
Menurut Gus Qowim, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, guru diharapkan mampu mendampingi peserta didik dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.
Ia menilai proses pembelajaran yang disertai doa dapat membuat ilmu yang diterima anak tidak sekadar dipahami, tetapi juga melekat dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan harian.
“Kita berharap anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, membanggakan orang tua, mengangkat nama Kota Kediri, serta menjadi putra-putri yang bermanfaat bagi bangsa dan agama. Untuk mewujudkan itu tentu tidak bisa simsalabim, tetapi membutuhkan ikhtiar yang kuat, usaha, pendampingan, dan doa,” pungkasnya.
Dalam kegiatan sosial tersebut, sebanyak 413 anak yatim dari jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP menerima santunan. Bantuan tersebut bersumber dari alokasi Unit Pengelola Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Selain penyerahan santunan, rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Baris Berbaris Putra dan Putri jenjang SMP/MTs serta SD/MI tingkat Kota Kediri tahun 2026.(*)











