ADAKITANEWS, Kediri – Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan di Bandara Internasional Dhoho Kediri pada Senin (7/9/2026) dipastikan mendapatkan hak pengembalian dana tiket secara utuh. Kebijakan ini diterapkan menyusul penyesuaian operasional penerbangan akibat aktivitas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta sejak pukul 08.28 hingga 18.00 waktu setempat sesuai NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26.
General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra menyampaikan bahwa pihak maskapai Super Air Jet telah menyiapkan mekanisme penanganan khusus bagi seluruh pengguna jasa yang memegang tiket penerbangan terdampak.
“Refund, berupa pengembalian biaya penerbangan secara penuh (full fare) melalui agen,” terangnya terkait opsi penanganan untuk calon penumpang.
Selain kemudahan pengajuan pengembalian uang secara utuh melalui agen tempat pembelian tiket, maskapai juga menyediakan pilihan penjadwalan ulang penerbangan tanpa biaya tambahan. Penumpang dapat memilih tanggal keberangkatan baru hingga batas waktu 13 September 2026. Bagi calon penumpang yang sudah berada di lokasi bandara, layanan informasi dan proses penanganan penyesuaian tiket ini dapat diakses langsung melalui konter pelaporan di area keberangkatan.
Langkah pengembalian dana serta penyesuaian tiket ini menyasar calon penumpang dari dua jadwal penerbangan yang terpaksa dibatalkan demi keselamatan penerbangan. Pembatalan tersebut meliputi penerbangan Super Air Jet nomor IU 356 rute Jakarta (CGK) menuju Kediri (DHX) yang mengangkut 63 penumpang, serta penerbangan nomor IU 357 rute Kediri (DHX) menuju Jakarta (CGK) yang membawa 65 penumpang.
Pihak pengelola bandara menyampaikan permohonan maaf atas situasi ini dan mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kejelasan status penerbangan atau pengajuan hak penumpang melalui saluran resmi maskapai. Informasi tambahan mengenai layanan bandara juga dapat diperoleh dengan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.
Manajemen Bandara Internasional Dhoho Kediri bersama BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai penerbangan terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik guna memastikan seluruh proses layanan dan keselamatan operasional tetap terjaga.(*)











