ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Titik Nol Kota Kediri pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 ini digelar guna membantu pasokan pangan warga sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Arief Cholisudin memaparkan bahwa beragam kebutuhan pokok dihadirkan dengan harga terjangkau. Komoditas yang disiapkan antara lain beras SPHP, beras premium, Minyakita, minyak goreng premium, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayuran segar.
Guna mencukupi permintaan harian warga, panitia menyediakan stok meliputi 1 ton beras SPHP, 30 dus beras premium, 30 kardus Minyakita, 6 dus minyak premium, serta 150 kilogram telur ayam per hari.
Selain komoditas pangan utama, warga juga dapat membeli paket sayuran segar yang terdiri dari tempe, sawi, dan aneka bahan masakan lainnya seharga Rp6.000 per bungkus dengan total ketersediaan 50 paket.
Operasional layanan GPM dibuka mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Pemkot Kediri menjalin sinergi bersama Perum Bulog, kelompok peternak lokal, Kelompok Wanita Tani (KWT) Bangun Sejahtera, PD Pasar, hingga ritel modern di Kota Kediri.
“Untuk menyediakan ketersediaan komoditas, kami menggandeng sejumlah pihak seperti Bulog, peternak, Kelompok Wanita Tani Bangun Sejahtera, PD Pasar dan swalayan di Kota Kediri. Kegiatan ditujukan untuk seluruh masyarakat berKTP Kota Kediri,” jelas Cholis.
Antusiasme warga tergolong sangat tinggi sejak pembukaan layanan. Beras SPHP dan Minyakita menjadi komoditas favorit pembeli hingga persediaannya menipis sebelum jam operasional berakhir.
Cholis berharap gelaran GPM ini efektif meredam tekanan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
“Dalam kondisi ekonomi saat ini, kegiatan GPM diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Untuk pelaksanaan berikutnya, kegiatan yang hari ini kita laksanakan di Titik Nol akan dilanjutkan di Balai Kota pada hari Sabtu dan Minggu (5-6/9) besok,” ujarnya.
Masyarakat menyambut positif kehadiran program intervensi harga pangan ini. Lutfi Mayang Sari, warga Kelurahan Balowerti, mengaku sengaja datang lebih awal untuk berbelanja bahan dapur seperti telur, cabai, serta bawang. Ia menilai selisih harga GPM cukup meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Nada serupa disampaikan Wiwin, warga Balowerti lainnya yang memanfaatkan momen tersebut untuk memborong beras, minyak goreng, gula pasir, tempe, dan telur. Ia berharap Pemkot Kediri terus menggulirkan program serupa secara berkala.(*)











