ADAKITANEWS, Trenggalek – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mendorong pelajar di Kabupaten Trenggalek untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini. Langkah ini dilakukan melalui sinergi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Sangu Sampah.
Kolaborasi edukasi keuangan dan kepedulian lingkungan tersebut diwujudkan dalam peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 bertema Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan yang digelar di GOR Gajah Putih, Trenggalek, pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh OJK Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda) ini diikuti oleh 853 pelajar jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Trenggalek.
Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menyampaikan bahwa kepemilikan rekening bagi pelajar tidak sekadar menjadi sarana untuk mengenal layanan keuangan. Lebih dari itu, fasilitas ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan menabung serta mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
“Pada hari ini, 20 Agustus 2026, yang bertepatan dengan puncak peringatan HIM, secara simbolis juga akan dilakukan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi peserta kegiatan. Saya berharap rekening ini bukan hanya sekadar dibuka hari ini, tetapi benar-benar digunakan dan menjadi tempat untuk menabung hasil dari Sangu Sampah yang adik-adik kumpulkan,” ujar Ismirani.
Menurut Ismirani, penggabungan Program KEJAR dan Sangu Sampah membuktikan bahwa literasi keuangan dapat diterapkan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan harian siswa. Melalui skema ini, para pelajar diajak menjaga kebersihan lingkungan sekaligus diajarkan memupuk tabungan demi masa depan.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin hadir membuka langsung rangkaian HIM 2026. Ia memberikan apresiasi atas kerja sama OJK, Pemkab Trenggalek, LPS, serta PT BPR Jwalita Trenggalek dalam meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan pelajar.
“Hari Indonesia Menabung bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini sebagai fondasi masa depan yang lebih kokoh dan mandiri. Di Trenggalek, literasi keuangan juga kita sinergikan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui Program Sangu Sampah dan pembukaan rekening SimPel,” ujar Mochamad Nur Arifin.
Sepanjang acara, para peserta mendapatkan materi seputar pentingnya pengelolaan uang, keamanan dalam menggunakan layanan keuangan, hingga beragam manfaat memiliki rekening SimPel. Penyampaian edukasi dikemas melalui deretan perlombaan interaktif dan edukatif agar mudah dipahami karakter pelajar.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Trenggalek menyerahkan penghargaan kepada sembilan sekolah terbaik atas partisipasi aktif mereka pada Program Sangu Sampah. Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian lingkungan di ekosistem sekolah.
Selain itu, dilakukan penyerahan Sertifikat Pengurang Emisi Gas Rumah Kaca (SPEGRK) sebesar 12 ton CO₂e kepada PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda). Langkah pengurangan emisi tersebut menjadi bagian dari komitmen mengompensasi jejak karbon yang dihasilkan selama perhelatan acara.
Melalui integrasi Program KEJAR dan Sangu Sampah, OJK Kediri bersama Pemkab Trenggalek serta para pemangku kepentingan berharap budaya hemat dan ramah lingkungan dapat melekat menjadi gaya hidup pelajar. Sinergi ini ditargetkan mencetak generasi muda yang cerdas finansial, berwawasan lingkungan, serta siap menyongsong masa depan yang mandiri.(*)











