ADAKITANEWS, Kediri – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) melalui ajang QRIS Carnival (QRISNIVAL) 2026 yang berlangsung pada 9–16 Agustus 2026. Mengusung tema “Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak”, kegiatan ini digelar untuk memperluas ekosistem pembayaran digital serta mengenalkan inovasi QRIS Tap Experience dan QRIS Cross-Border kepada masyarakat luas.
Puncak perhelatan PQN QRISNIVAL dipusatkan di Mall Kediri Town Square (Ketos) pada 14–16 Agustus 2026. Rangkaian acara diisi dengan edukasi dan wicara mengenai digitalisasi sistem pembayaran, pelindungan konsumen, pameran UMKM, uji coba fitur QRIS Tap, pendaftaran merchant QRIS, kegiatan lari SYIAR QRIS Run, undian QRIS Tap Lucky Draw, serta berbagai kompetisi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat menyampaikan bahwa penyelenggaraan PQN yang berdekatan dengan perayaan HUT RI merupakan upaya Bank Indonesia dalam memperkuat kedaulatan ekonomi melalui sistem pembayaran.
Ia menjelaskan transformasi sistem pembayaran domestik telah dimulai sejak peluncuran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada 2017 dan hadirnya QRIS pada 2019 sebagai standar nasional QR code. Saat ini, fasilitas QRIS Cross-Border bahkan sudah dapat dipergunakan di enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Momen puncak kegiatan ini ditandai dengan peresmian Mall Siap QRIS Tap pertama di Kediri Town Square oleh Yayat Cadarajat bersama pimpinan OJK, perbankan, akademisi, BPKAD Kota Kediri, serta dinas terkait. Program ini memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) untuk mempermudah masyarakat bertransaksi secara praktis di pusat perbelanjaan yang memiliki frekuensi transaksi tinggi.
“Pelaksanaan PQN selalu dipaketkan dengan HUT RI karena QRIS merupakan upaya Bank Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi melalui kedaulatan Sistem Pembayaran,” kata Yayat Cadarajat.
Berdasarkan data Bank Indonesia Kediri, adopsi pembayaran digital di wilayah kerjanya mencatatkan pertumbuhan positif. Hingga Semester I-2026, volume transaksi QRIS telah menembus 118,67 juta transaksi dengan nilai nominal mencapai Rp4,101 triliun yang disokong oleh 1.027.383 merchant.
Selain di Kota Kediri, sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran dan pelindungan konsumen juga dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek, Kota Madiun, dan Kabupaten Ponorogo dengan menyasar pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Melalui program ini, masyarakat diimbau untuk bijak bertransaksi dengan menerapkan prinsip PeKA, yaitu Peduli terhadap produk pembayaran dan data pribadi, Kenali berbagai modus penipuan, serta Adukan jika menemukan transaksi mencurigakan kepada pihak berwenang.(*)











