ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyuguhkan pengalaman edukatif yang unik bagi generasi muda lewat program KAI Rail Academy 2026. Kegiatan yang terintegrasi dalam rangkaian agenda besar KAI Schooliday ini dilaksanakan guna mengisi momentum akhir masa liburan sekolah, sekaligus sebagai sarana memupuk kecintaan terhadap moda transportasi berbasis rel semenjak usia dini.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, memaparkan bahwa pada pergelaran tahun ini, program KAI Rail Academy diikuti oleh tiga anak terpilih. Mereka mendapatkan kesempatan langka untuk bersentuhan langsung dan merasakan pengalaman menjadi bagian dari keluarga besar insan KAI.
“Ketiga anak yang beruntung mengikuti Rail Academy adalah Sultan Maulana Rafi Ibrahim dan Arsya Nuruddin Zanki dari Madiun serta Natasya Adera Ramadhona dari Nganjuk,” kata Tohari, Sabtu (11/7/2026).
Sepanjang masa pelatihan, para peserta cilik tidak sekadar dibekali wawasan teoretis mengenai dunia perkeretaapian. Lebih seru dari itu, mereka diajak mempraktikkan langsung beberapa cakupan profesi yang ada di lingkungan kerja KAI. Ketiganya berkesempatan menjajal peran sebagai kondektur serta Petugas Pengawas Peron, membangun komunikasi interaktif dengan para penumpang, hingga mencoba menyiarkan maklumat perjalanan melalui fasilitas pengeras suara atau announcer di area stasiun.
Bukan itu saja, para peserta juga diperkenalkan dengan spektrum profesi krusial lainnya di industri hilir perkeretaapian. Lingkup pengenalan tersebut mencakup tugas masinis, fungsi Polisi Khusus Kereta Api dalam mengawal keamanan, hingga peran pramugara dan pramugari kereta api dalam menyajikan pelayanan prima.
Anak-anak tersebut turut diajarkan mengenai tata kelola pelayanan konsumen di loket stasiun. Mereka diperkenalkan pada fungsi unit customer service, alur tata cara pembelian tiket kereta secara mandiri, hingga mekanisme penyaringan penumpang atau proses boarding sebelum rangkaian kereta diberangkatkan.
Tohari menilai, serangkaian aktivitas interaktif ini ditargetkan mampu memproduksi cara pandang serta pemahaman yang lebih komprehensif bagi anak-anak mengenai sistem operasional kereta api lewat pendekatan edukasi yang dikemas secara menyenangkan.
Melalui suksesi program KAI Rail Academy ini, jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun menaruh harapan besar agar memori dan kecakapan yang didapatkan oleh para peserta dapat menjelma menjadi lembaran pengalaman yang berharga. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan serta kecintaan mendalam terhadap transportasi massal kereta api.
“Momen di akhir masa libur sekolah ini diharapkan menjadi kenangan manis yang berkesan, sekaligus menjadi alasan kuat bagi para pelanggan cilik untuk selalu merindukan dan kembali menikmati kenyamanan perjalanan dengan kereta api di masa depan,” tutur Tohari.(*)











