ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan rasa duka cita yang mendalam sekaligus menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di perlintasan sebidang Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Sebagai wujud empati yang mendalam, Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi bersama Deputy Vice President Alam Prasetyo dan jajaran manajemen mendatangi langsung rumah duka almarhum Tabah Nur Arriski pada Jumat (10/7/2026). Kedatangan jajaran pimpinan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa kehadiran pihak manajemen merupakan bentuk kepedulian yang tulus sesama manusia terhadap keluarga korban yang sedang dirundung duka, bukan sekadar pemenuhan tugas formal dari korporasi.
“Kehadiran kami hari ini bukan sekadar menjalankan tugas perusahaan, tetapi sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka yang dialami keluarga. Tidak ada kata yang mampu menghapus rasa kehilangan, namun kami berharap kehadiran kami dapat menjadi penguat bahwa keluarga tidak menghadapi musibah ini sendirian,” kata Tohari.
Di samping mengutarakan rasa belasungkawa secara langsung, manajemen KAI Daop 7 Madiun juga menyerahkan dana santunan kepada ahli waris almarhum sebagai bentuk nyata kepedulian dari perusahaan.
Perhatian dan keprihatinan yang sama juga disalurkan kepada korban selamat dalam peristiwa tersebut. Di lokasi terpisah, Manager Kesehatan KAI Daop 7 Madiun melakukan kunjungan medis kepada Djamiran, pengguna jalan yang mengalami luka-luka dan saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Nganjuk. Peninjauan tersebut dilakukan guna memantau perkembangan kondisi kesehatan korban sekaligus mengalirkan motivasi selama masa pemulihan di rumah sakit.
“Doa kami menyertai almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Sementara bagi Bapak Djamiran, kami berharap segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” tutur Tohari.
Di sisi lain, manajemen KAI Daop 7 Madiun memastikan terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum dalam penanganan lanjutan perkara ini. Proses investigasi mendalam masih berjalan guna menguak pemicu utama kecelakaan, sekaligus menjadi bahan evaluasi berkala dalam memperkuat sistem keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya.
Tohari menegaskan, tragedi memilukan ini harus menjadi pengingat keras bagi publik bahwa pemeliharaan keselamatan di area perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab kolektif. Ia menyerukan kepada seluruh pengendara untuk senantiasa menaati rambu-rambu lalu lintas, mempertebal kewaspadaan, dan wajib mendahulukan laju kereta api sewaktu melewati perlintasan rel.(*)











